Numpang makan di Palembang

Pertengahan Agustus gw dan (lagi-lagi dia) seorang warga Jakarta pinggiran lainnya kabur sejenak ke Palembang pada akhir pekan.

Tisha dapat voucher dari sebuah situs untuk pesan tiket dan hotel yang harus segera dibelanjakan. Setelah menimbang-nimbang, Palembang jadi pilihan karena kami sama-sama belum pernah ke sana, ada banyak makanan enak serta sudah ada gojek (penting!).

Lumayan lah, cuma keluar sekepret duit per orang sudah termasuk tiket pesawat dan hotel. Hihihi.

 

Begitu sampe Sabtu pagi beneran no plan. Entah mau ke mana, naik apa, makan apa. Akhirnya naik Grabcar yang masih rempong karena harus diam-diam macam akan bertemu dengan selingkuhan. Di Palembang, taksi online masih takut di bandara. Kayaknya di Cengkareng gak gitu ya? Tapi entah lah sih, soalnya gw lebih sering naik bis Damri juga di Soekarno – Hatta.

Tujuan pertama adalah hotel. Yang penting nitip tas dulu di resepsionis, abis itu nyari sarapan. Ternyata deket hotel ada mol dan beberapa restoran. Pengennya sih makan nasi uduk dan sebagainya, tapi itu daerah kota gitu deh bukan pemukiman. Ya udah… Kami pun jalan kaki dan begitu melihat ada McDonald…

“Makan di sini aja deh daripada masuk angin.”

Eaaa jauh-jauh tetep makan mekdi.

IMG_5386

Di mekdi numpang browsing mencari tempat wisata dan gimana sampe ke sana dengan TransMusi (mirip Transjakarta versi kecil, tiketnya goceng). Pilihan pertama jatuh pada hutan Punti Kayu yang isinya keluarga piknik/ orang pacaran. Aduh, salah banget gak bawa tikar sama makanan!

Abis itu lanjut ke pasar 26 ilir, niatnya mau beli kain ikat pesenan emak. Owalah macet loh Palembang gara-gara pembangunan MRT (CMIIW) demi ngejar target harus kelar buat Asian Games.

Kayaknya kami stuck sejam di jalan, sempet ketiduran di grabcar sampe supirnya bilang udah sampe pasar. Walau gak tahu di mana itu letak toko-toko kain (cuma tahu ancer-ancernya deket Ramayana), kami turun.

Kebetulan lewat restoran mie celor. Kebetulan juga laper udah jam 12.

IMG_5398

Ya udah deh mampir. Tadinya gw gak selera makan mie celor, soalnya udah kenyang. Lah tapi kok malah gw yang abis duluan ketimbang yang beneran laper. Wakakaka.

Later we found out kalo restoran yang kami datengin emang tempat yang tersohor. Wihii padahal nemunya gak sengaja loh.

Ketidaksengajaan lagi-lagi terjadi ketika kami berjalan kaki mencari pasar kain. Gara-gara hujan, kami terpaksa berteduh di ruko terdekat. Terus lihat ada Ramayana. Ah, siapa tahu Ramayana yang dimaksud memang di situ… Eh, beneran ternyata pasar yang kami cari sejak awal tuh di situ. Yihaaaa.

IMG_5401

Kalau bawa emak ke sana sepertinya akan kalap karena ada banyak banget kain-kain cantik. Berhubung gw gak punya ilmu memilih kain, jadinya cuma cap cip cup aja.

Balik ke hotel, akhirnya teman kami di Palembang pun merespons chat yang ngabarin kalau kami lagi main ke sana.

IMG_5409

IMG_5412

IMG_5422

IMG_5476

Malemnya kami dijemput, ditraktir makan pempek beringin, diajak jalan-jalan ke jembatan Ampera terus ke stadion Jakabaring. Ciee kayak pejabat lagi mantau persiapan Asian Games deh. Perut kenyang, hati senang, terima kasih kak Dolly!

Hari kedua tak kalah menyenangkan, kali ini bersama Ansyor, kawan lama yang dulu sama-sama sekantor, tapi dia cabut karena mau nikah dan menetap di Palembang. Bersama istri dan dua anaknya, kami diajak sarapan khas Palembang.

IMG_5438

IMG_5439
Lakso Palembang

Lanjut ke benteng Kuto Besak yang ada tulisan PALEMBANG gede-gede plus patung ikan Belida yang mau jadi saingan merlion.

IMG_5448

 

UNADJUSTEDNONRAW_thumb_2227

Perjalanan ditutup dengan makan es kacang merah di pempek Vico sekalian bungkus dua dus kecil buat oleh-oleh. Thank you Ansyor!

Ah.. akhirnya gak penasaran lagi gimana rasanya pempek enak setelah main ke Palembang! Bumbu cukanya yang pedas… Uhhhh yeaaah. Pempek yang adonannya beneran banyak daging ikan, bukan tepung, yang saat digoreng jadi mengembang banget, uhhhh yeaaah.

Dan kesimpulannya adalah, no plan trip bisa berjalan dengan baik dan menyenangkan kalau lo (1) punya banyak duit jadi gak banyak mikir mau kemana, berapa, ngapain atau (2) rajin googling buat cari itinerary on the spot/ mau nanya-nanya orang atau (3) punya teman di sana yang berbaik hati jadi guide 😀

 

Iklan

3 pemikiran pada “Numpang makan di Palembang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s