Jalan Jalan Jepang – Takut Rusa Nara

UNADJUSTEDNONRAW_thumb_1d1d

Pertama kali tahu Nara yang identik dengan rusa berkat dorama Shika Otoko Aoniyoshi. Ditonton semata-mata karena lagi jatuh cinta sama Tamaki Hiroshi yang jadi Chiaki Senpai di Nodame Cantabile.

Nara muncul lagi di The Return of Superman waktu Sarang jalan-jalan sama bapak dan kakeknya buat ngasih makan rusa. Sarang yang masih kecil malah kejer, minta digendong karena takut rusa.

Di kota ini, rusa bebas berkeliaran, khususnya di area taman. Mereka akan mendekati siapa saja yang bawa makanan.

UNADJUSTEDNONRAW_thumb_1d19

Sayangnya, ternyata gw seperti Sarang. Takut rusa. Padahal udah jauh-jauh ke Nara.

Alhasil, gw jadi menghindar tiap ada rusa. Takut diseruduk gitu. Kemungkinan besar sih enggak diseruduk, tapi kan mereka liar ya, who knows what would happen? Dan ternyata rusa itu lumayan besar! Ku tak kuasa menahan rasa takuuuuut. Kebetulan si Tisha juga sebelas dua belas.

UNADJUSTEDNONRAW_thumb_1d25

Satu lagi, banyak binatang berarti banyak tahi. Wangi biologis pun tak terelakkan. Alhasil, jalan-jalan sambil nutup hidung dan menghindari tahi yang bertebaran di permukaan jalan.

UNADJUSTEDNONRAW_thumb_1d26
Matahari terbenam yang aslinya lebih cantik

Jadi kita berdua cuma duduk-duduk santai di dekat kuil karena kecapekan jalan kaki jauh banget dari stasiun ke restoran halal ramen yang ternyata TUTUP.

Ya nasib orang sana nulis di website pake Jenggris, pengumumannya agak sulit dimengerti, sepertinya karena ngandelin Google Translate.

Ujung-ujungnya makan di Coco Curry yang ada juga di Grand Indonesia. Tapiiiii di sini ada pilihan setengah porsi! Kalau lagi laper-laper dikit cocok deh.

UNADJUSTEDNONRAW_thumb_1d24

UNADJUSTEDNONRAW_thumb_1d21

 

UNADJUSTEDNONRAW_thumb_1d29

Nara overall lumayan oke, banyak toko-toko menarik juga buat lihat-lihat. Tapi kalau dompet udah gak ada isinya ya gak minat mampir-mampir #KRAY.

Pernak-pernik serba rusa tentu bertaburan di sini. Jalanannya serba menanjak buat kamu pencinta olahraga.

Kalau pengen duduk syantiik bisa naik becak Jepang yang ditarik sama abang-abang berkaki kekar dengan kulit terbakar seksi. Ehm. Mereka jalan bawa becak jauh lebih cepat ketimbang kami yang jalan cuma bawa lemak sama beban dosa.

UNADJUSTEDNONRAW_thumb_1d2f
Stasiun Nara

Justru yang tak terlupakan dari Nara adalah puding budha yang kami beli di stasiun. Ternyata rasanya enak bangeeeeet… Jadi nyesel cuma beli satu yang ukuran kecil #KRAYLAGI.

UNADJUSTEDNONRAW_thumb_1de7

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s