Jalan Jalan Jepang – Museum Candy Candy

Pembaca komik era 90-an pasti pernah membaca atau setidaknya tahu Candy Candy, kisah sedih menyayat hati tentang anak yatim piatu yang jalan hidupnya nyaris selalu pilu.

IMG_0526
Komik Candy Candy sekarang langka banget, waktu SMA gw dikasih kado sama si aa komik zaman dulu yang ditaro di kotak sepatu, termasuk di dalamnya volume lengkap Candy Candy.

TAPI ADA YANG MINJEM DAN BELUM NGEBALIKIN SAMPAI SEKARANG #KRAYY

Sedih deh, kenapa sih belum dicetak ulang kayak Sailor Moon dan Pop Corn yang terbit versi deluxe dengan terjemahan lebih bagus?

Anyway, si Candy Candy ini dibuat oleh komikus legendaris bernama Yumiko Igarashi. Candy Candy adalah potret dari tren komik serial cantik zaman Rano Karno masih eksis jadi Si Doel Anak Sekolahan.

IMG_0522

Kendi Kendi Mudah Pecah

Mata besar berbinar dengan detil-detil mencengangkan, rambut keriting kriwil-kriwil atau ikal meliuk-liuk. Kalau pun ada yang rambutnya lurus, digambarkan ala model sampo Pantene. Bajunya bergaya puteri kerajaan, mengembang penuh renda. Lolita banget. Zaman masih manual, kebayang gak sih itu gambar rumit satu-satu dibikin langsung pake tangan tanpa bantuan komputer. Keren!

Nah, pas lagi nyari informasi ada apa sih yang bisa ditemui di Kurashiki selain kanal dan kawasan kota tua, muncullah “Yumiko Igarashi Museum” di mesin pencari. I was like WAAAT YAAAAAS LETSGOOOO!

Tapi pas lihat di tripadvisor dan YouTube, museum ini katanya membosankan. Dari video yang diunggah salah satu pengunjung memang biasa aja sih, cuma ya tetap penasaran. Biar kalo emang mau ngatain, bisa lebih total karena udah ngerasain sendiri gimana jeleknya.

Museum ini kesannya memang mati segan hidup tak mau sih. Letaknya tersembunyi di area seperti perumahan sepi, terhubung oleh gang kecil dengan kawasan pertokoan Kurashiki Bikan Historical Area yang ramai turis.

IMG_0516

Ada satu papan petunjuk kecil di depan gang, satu-satunya tanda menuju Yumiko Igarashi Museum.

img_0566.jpg

Bangunannya bernuansa merah, terdiri dari tiga lantai. Ada gambar kartun khas Yumiko Igarashi di bagian atas gedung, tulisan “Yumiko Igarashi Museum” di satu sisi dan “I ❤ Museum” di sisi lain.

IMG_0525

Sebenarnya gw penasaran tapi males bayar (teteup), jadi masuk aja deh lihat toko suvenir yang penuh dengan nuansa Candy Candy. Kalo masih aktif di postcrossing, pasti gw udah ngeborong karena banyak banget kartu pos lucu di situ.

 

IMG_0529

IMG_0534

IMG_0538

Di lantai satu, ada juga tempat foto ala princess lengkap dengan satu rak gaun yang bisa disewa. Bisa juga mengabadikan diri di photo box dengan latar belakang ilustrasi buatan Igarashi sensei.

Niat buruk untuk masuk diam-diam (cuma mau lihat pernak pernik suvenir soalnya) gagal karena si penjaga/kasir/petugas satu-satunya (yang cosplay ala Princess) memberi dua pilihan sulit: mau makan di cafe princess atau masuk ke museum.

Dua-duanya bayar.

Tisha menolak makan di situ dan memilih berpisah sejenak untuk jalan-jalan ke tempat lain. Gw akhirnya mengeluarkan dompet receh, menghitung satu demi satu keping-keping koin (hiks) untuk membayar tiket masuk museum.

IMG_0582

IMHO, untuk harga segitu 600 yen emang kurang worth it sih karena yang dipajang sedikit dan gagal paham mengingat hampir tidak ada penjelasan dari bahasa Inggris. Lo harus belajar memahami dari hati.

 

Isinya adalah kumpulan karya Yumiko Igarashi dari masa ke masa. Kayak ke galeri seni gitu, gambar-gambar dalam kotak frame dipajang di dinding. Tapi ilustrasinya memang bagus-bagus banget, sampe gw jepretin buat wallpaper hengpong.

IMG_0561

Ilustrasi dari mangaka lain, coba tebak siapa saja!

IMG_0562

Dari pengarang Topeng Kaca yang belum tamat-tamat

Komik, goodies, potongan wawancara, ilustrasi yang dibikin sama temen-temen komikus lainnya, kumpulan foto yang jadi inspirasi latar belakang di komik-komiknya.

IMG_0575

Ada tempat khusus buat baca komik, semacam perpustakaan mini. Dua orang perempuan usia 30-an sibuk membaca salah satu komik tua yang dibikin sama Yumiko Igarashi.

Petualangan singkat di museum Yumiko Igarashi ditutup dengan pemandangan Kurashiki Bikan Historical Area dari rooftop.

IMG_0580

Btw gw pernah ngeliput Mitsuko Horie, penyanyi paruh baya di balik suara centil soundtrack Candy Candy di Indonesia Comic Con 2016. Suaranya tetap prima walau usianya sudah tidak muda!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s