Jalan Jalan Jepang – Kurashiki, Lokasi Syuting Samurai X Live Action

Tadinya cuma mau ke Kurashiki gegara liat gambar kanal cantik di Internet. Sepertinya asyik bersantai di sana sambil makan bekal, menikmati pemandangan indah, angin sepoi-sepoi serta suasana kuno. Tapi ternyata Kurashiki lebih dari itu.

Kawasan kota tuanya alias Bikan Historical Quarter juga jadi salah satu lokasi syuting Samurai X Live Action alias Rurouni Kenshin! Huwaaaaoooooo! Semangat makin menggebu-gebu!

tumblr_njlpeg2q0p1s0d0yno7_1280
Credit: stephany-310.tumblr.com

 

IMG_1048

 

Gw juga dibekali Mahfuzh dengan foto screenshot adegan Rurouni Kenshin, waktu Kenshin berantem sana Shinosuke, di salah satu jembatan Kurashiki biar enggak salah jembatan. Dulu temannya pernah ke sana tanpa bekal screenshot, terus foto di jembatan yang berbeda.

Di sana ada keterangan ini tempat syuting Samurai X gak?

Enggak lah, sebelum syuting juga tempat itu udah terkenal!

Kurashiki letaknya empat stasiun dari stasiun Okayama, hanya 17 menit perjalanan. Sesampainya di stasiun Kurashiki, gw langsung minta peta di bagian informasi turis.

Terus nanya ke petugasnya, tolong beritahu tempat yang jadi lokasi syuting Samurai X.

Tadinya dia gak paham pas gw bilang Rurouni Kenshin Movie? Rurouni Kenshin Ega? Samurai X shooting lokeesyiong (location)? Kenshin(g) movie shooting lokesyiong? tapi akhirnya dia ngerti juga.

Petugas itu melingkari sebuah nama jembatan di peta: NAKABASHI BRIDGE.

 

Bikan Historical Area berjarak 800 meter dari stasiun Kurashiki, sekitar 15 menit jalan kaki. Pokoknya lurus teruuuus aja melewati gedung-gedung modern sampe lihat ada gang penuh toko lucu (baru masuk arena Bikan udah ada toko dan kafe kucing!) yang ramai turis.

IMG_0467

IMG_0469

Ramai versi Kurashiki sama dengan sepi di Osaka dan Kyoto. Turis domestik juga banyak yang main ke sini. So far muka Asia Tenggara sih cuma kami berdua (belakangan si Tisha ketemu sama geng ibu-ibu Indonesia).

IMG_0472

 

IMG_0477

Salah satu penanda bahwa lo udah sampai di Bikan Historical Area adalah sungai Kurashiki yang membelah gedung, toko dan museum bernuansa kuno.

Gw ikut terpekik bersama para ABG Jepang yang sibuk ngerekam video saat ada angsa cantik mondar-mandir di sungai (Kalau lihat video di atas, mereka yang lari-lari pas angsanya melewati kolong jembatan).

IMG_0471

Di daerah ini, lo bisa naik jinrikisha (becak ala Jepang yang ditarik langsung sama abangnya) dan naik perahu untuk menikmati pemandangan sambil melewati sungai.

IMG_0495

Bikan Historical Area ini juga tempat populer buat foto-foto pake kimono atau yukata, baik sendirian atau couple look. Ada gitu loh yang kencan sengaja pake busana tradisional. Bedanya sih di sini orang pacaran gak terlalu PDA macam di Korea, hokhok.

IMG_1059

Akhirnya tiba juga gw di jembatan Nakabashi, letaknya persis di kelokan sungai. Jiwa fangirl bergelora. Rasanya pengen jerit kyaa kyaa kyaa ya ampun gw nyampe ke tempat syuting Sato Takeru yang ganteng kalo alisnya ketutupan poni. Uwo uwo uwo.

Sama sekali enggak ada keterangan kalau ini tempat syuting Samurai X sih. Tapi tetap banyak orang yang berfoto di jembatan ini gara-gara pemandangan dari situ memang cakep.

IMG_0497

 

Terjawab sudah rasa penasaran atas jembatan yang pernah diinjak Takeru Sato.

Waktunya cuci mata menjelajahi gang sempit berisi toko-toko menarik. Kalau ada yang murah mari beli, kalau mahal ya cukup dilihat dan dijepret. Gw paling suka nih lihat toko-toko beginian di kawasan kota tua.

Banyak barang lucu-lucu yang menggoda banget buat dibawa pulang. Pun camilan yang harumnya merebak, membuat air liur terbit.

Yang lebih sering terjadi sih cuma gigit jari, mikir duit yen buat belanja lebih baik dipake buat beli nasi sama sop miso #NasibAnakKos.

 

IMG_0507IMG_0508IMG_0514

Salah satu toko yang menarik perhatian di Kurashiki adalah gerai penjual dango, kue beras, yang harganya sangat sangat sangat murah: 80 yen.

Selama di Jepang gw belum pernah lihat ada camilan yang harganya di bawah 100 yen. Bahkan jajanan 200 yen aja jarang banget lihat. Biasanya camilan kisaran harganya 300-an yen gitu deh.

Wisatawan domestik yang lewat pun pada komentar “yasui!” (murah). Antrean pembeli pun mengular, kami berdua salah satunya.

Sebenarnya cuma dango yang dioles miso, gurih. Untuk ukuran 80 yen mah lumayan banget!

IMG_0598

IMG_0599

Toko masking tape alias selotip bahan kertas bermotif lucu juga ada di sini. Dari luar sih kayak toko antik, soalnya ada mobil kuno ngejogrok di tengah toko. Iya, beneran. Kayak bengkel zadul gitu.

Variannya BANYAK BANGET. Mulai dari selotip ukuran kecil buat anak-anak sampe yang lebar, dari motif serius sampe motif coretan bocah (kesukaan gw!) ada di sini. Gw bolak-balik dari satu rak ke rak lain.

Membandingkan selotip ini dan itu. Membandingkan harga (ehem, paling penting) ini dan itu. Akhirnya pilihan jatuh pada gambar kucing biru yang ternyata dibuat oleh seorang seniman Eropa.

IMG_0614
Masking Tape

Sampe sekarang, selotipnya baru dipake sekali. Hehehe. Buat gw sih ini cocok buat dipake ngebungkus kado tapi males beli kertas kado. Minimalis saja, pake belakang kalender yang kertasnya putih polos. Selotip warna-warni lah yang jadi highlight.

Pas lagi ke AEON deket kosan di Mukomachi, gw nemu selotip ini di sebagian toko pernak-pernik. Harganya sama, tapi pilihannya enggak banyak. Saat itu yang terpikir adalah “untung uda sempet mampir ke tokonya di Kurashiki jadi bisa lebih leluasa milih-milih!” walau pada akhirnya cuma beli satu.
IMG_0615

Last but not least, tentu tidak afdol ke kampung halaman Momotaro tapi gak mampir ke museum Momotaro. Lokasinya deket banget sama toko masking tape.

Tapi kami memutuskan untuk tidak masuk karena berdasarkan review di dunia maya isinya ya begitu aja. Enggak rela ngeluarin duit buat bayar tiket masuk. Huftness.

IMG_0607
Momotarou no Karakuri Hakubutukan

IMG_0608

Ada satu lagi museum tersembunyi yang wajib dikunjungi oleh pencinta komik serial cantik legendaris Candy Candy: Museum Yumiko Igarashi.

Tunggu ceritanya di postingan selanjutnya!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s