Jalan Jalan Jepang – Kampung Halaman Momotaro

momotaro-statue
Credit: tabisuke.arukikata.co.jp/

Satu-satunya alasan ke Okayama adalah karena ini tempat terjauh yang bisa dinaiki shinkansen dengan JR Pass Kansai – Hokuriku. Sebatas enggak mau rugi, pengennya naik yang paling mahal karena harga JR Pass sudah menguras kantong.

Ibarat udah dapat akses kereta gratis dari Banten ke Surabaya, masa cuma mau make sampe Bandung doang?

Yang paling jauh aja ya? Urusan ada apa di sana, nanti kita gugling belakangan.

Keputusan yang sama sekali tidak disesali.

 

Okayama adalah kampung halaman Momotaro, anak laki-laki yang lahir dari persik terbelah. Jangan heran kalau gambar Momotaro ada di banyak suvenir. Semua serba persik ada di sini, kecuali Dewi Persik yang asli Indonesia. Kita juga bisa metik persik di Okayama, tapi cuma bulan Juli – Agustus.

Mirip seperti Toyama, ada trem yang berseliweran membelah kota. Tapi sepeda tetap jadi primadona. Konturnya datar, jadi enak buat gowes-gowes.

Di luar dugaan, matahari bersinar cerah di Okayama. Sebenernya udah liat sih di aplikasi weather, cuma rada kapok aja agak underestimate cuaca di Tateyama tahu-tahu di sono satu derajat.

Daripada kedinginan, pake baju tebal aja deh. Siapa tahu cuaca labil dan udara mendadak dingin. Tahu gitu pake baju bahan rayon yang biasa dipake di Jakarta deh.

Yah penyesalan memang selalu datang belakangan, kalau duluan namanya pendaftaran.

Kami ditemani Mahfuzh, couchsurfer Indonesia yang lagi kuliah di sana. Lega deh begitu ada yang mau nemenin, otomatis langsung kami serahkan itinerary padamu asal gak terlalu menguras harta benda dan kumpulan rupiah yang nilai tukarnya kacrut.

Tadinya mau jalan-jalan naik sepeda biar praktis, tapi rental sepeda rupanya mengharuskan kita untuk daftar pakai nomor telepon, sedangkan kami ga punya simcard Jepang karena cuma nyewa modem wifi. Huks.

Setahu gw sih pilihan paling populer buat internetan di Jepang itu modem wifi karena repot kalo pake sim card, tapi kata temen baru kami, sekarang sim card juga lebih dipermudah. Anyone punya pengalaman pake simcard pas jalan-jalan di Jepang?

Pada akhirnya terpaksa naik trem deh. Trem ini enggak begitu gede, kayaknya sih kebanyakan dinaikin sama turis karena penduduknya pada bawa sepeda.

Kami ditanya, pengen jalan-jalan ke mana.

Yang gratis, murah, bisa foto-foto bagus! 

Dia bilang, kalau jadi guide jalan-jalan pejabat (atau semacamnya), tujuan pertama ya shopping atau makan. Sightseeing belakangan.

Kalau sama rakyat jelata kaya gw… sightseeing nomor satu. Makan bisa di kombini (convenience store, kayak Lawson atau Seven Eleven), shopping kagak ada alokasi dananya. Ke to the re.

UNADJUSTEDNONRAW_thumb_1b7d
Trio Kwek Kwek 2017

Tujuan pertama adalah kastil Okayama. Kastil ini beda dari kastil lain di Jepang karena warna temboknya hitam. Biasanya putih. Gothic niyee.

Pas sampe sana, tembok kastilnya justu berwarna-warni, ada hiasan pink-hijau gitu. Katanya sih didekorasi khusus dalam rangka perayaan apaa gitu.

UNADJUSTEDNONRAW_thumb_1b88
Korakuen Garden, Okayama
UNADJUSTEDNONRAW_thumb_1b77
Poster sekuel film Rumah Dara

Gak jauh dari kastil, kita bisa masuk ke Korakuen Garden.

Taman ini dinobatkan jadi salah satu dari tiga terbaik di Jepang. Korakuen Garden mulai dibangun pada 1687 atas perintah penguasa feodal Ikeda Tsunamasa.  Butuh waktu 13 tahun untuk menyelesaikan taman ini.

Sejak 1700, taman ini dipertahankan seperti aslinya. Hanya ada sedikit perubahan dari beberapa penguasa feodal lain dari masa ke masa.

Dulunya taman ini dimanfaatkan sebagai tempat untuk menghibur para tamu penting, juga semacam spa untuk penguasa feodal. Rakyat jelata hanya bisa berkunjung pada saat tertentu.

Taman ini akhirnya jadi milik Prefektur Okayama pada 1884 dan dibuka untuk umum. Sempat hancur gara-gara banjir tahun 1934 dan bom tahun 1945, taman ini direstorasi lagi berdasarkan lukisan dan diagram dari zaman Edo.

UNADJUSTEDNONRAW_thumb_1b9a
Spot cakep buat makan siang sambil liat kastil

 

 

Saking luasnya, lumayan lelah kalau mau mengitari taman ini. Gw pun hanya sempat menelusuri sebagian kecil. Bisa lah buat olahraga atau tempat berkencan sama Matsujun. Banyak juga anak-anak sekolah yang ke sini. Turis asing didominasi dari China, bisa dijamin orang Indonesia cuma kami bertiga.

UNADJUSTEDNONRAW_thumb_1b95

Sayangnya gw tiba saat peralihan musim semi ke musim panas. Nanggung. Sakura udah lewat, bunga-bunga musim panas belum muncul. cuma Pemandangannya didominasi warna hijau deh.

Selain tumbuhan asri dan bangunan berkesan kuno, taman ini juga dihiasi sentuhan modern, contohnya jembatan model abstrak yang bahaya dilewatin kalau lo pakai penutup mata (emang siapa yang mau lewat pake penutup mata?) karena rentan terpeleset lalu kecebur. Tapi bentuk jembatannya emang seru banget sih. Cocok buat foto cover sampul album girlband.

Ada kolam, jembatan, undakan yang membuat kita bisa lihat taman dari atas, hamparan rumput hijau sampai bangunan-bangunan tua.

UNADJUSTEDNONRAW_thumb_1b8d
Jembatan papan tersebar random

Taman ini juga populer buat foto prewedding (atau postwedding) dan pemotretan model.

Pas gw ke sana, ada dua pasangan yang lagi foto-foto syantik pake baju tradisional. Tau gitu ke sono pake kebaya atau songket yeee biar bisa sekalian foto syantiiik ala Princess Syahrinien. Maju mundur syantieek.. Maju mundur nyemplung ke danau.

Kalau ke sana, jangan lupa mampir ke toko es krim dan cobain es krim rasa persik! Rasanya segar banget, ibarat abis seminggu ikut pesantren kilat dilarang menatap ikhwan terus pas hari terakhir disodorin Nicholas Saputra.

UNADJUSTEDNONRAW_thumb_1bb1
Es krim rasa buah persik, 350 yen

Jadi mahasiswa di Okayama enak banget karena lo punya keistimewaan tertentu, gratis masuk ke museum-museum dan taman! Jadi pas gw baru bayar tiket masuk (Korakuen Garden 400 yen untuk dewasa), temen couchsurfer di Okayama sih melenggang manjaaah setelah kasih liat kartu mahasiswa. Enaknyaaaaaaa….

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s