Jalan Jalan Jepang – Rice in a Wooden Tub

IMG_9755

Rice in a wooden tub

Rekomendasi lokal adalah acuan yang bisa dipercaya saat mencari tempat makan enak, itulah mengapa gw mencegat dua bocah SMA di trotoar dengan modal Japanglish ketika perut keroncongan di Kanazawa.

Kata kuncinya adalah ikan, murah, dekat stasiun, enak.

Sebenarnya gw sama Tisha udah muterin Omi-cho Market yang suasananya mirip-mirip sama pasar di Korea lah. Ada beberapa restoran sushi juga di sana tapi tapi tapi tapi tapi harganya di luar budget kami.

Pengennya sih sekali makan di bawah 1000 yen. Kalau pun emang segitu, ya harus banyak enak dan kenyang!

Kayak Yoshinoya di Osaka, 600an yen isinya nasi kare porsi jumbo plus salad dan air minum refill. Ah! Dibandingin sama kare Yoshinoya Jakarta, wah kalah telak rasa di Indonesia.

Dua anak SMA yang waktunya terbuang beberapa menit buat googling restoran sesuai permintaan kami menunjukkan foto menu yang menggugah selera. Nasi di dalam mangkok kayu, di atasnya bertaburan daging ikan yang ditata indah.

CUS MARI KE SANA.

IMG_9752

Nama tokonya Shirokujichu, ada di lantai food court mal yang letaknya sebelahan sama stasiun Kanazawa. Semua menunya sungguh menggiurkaaaaaan… aaarghhhh… nulis ini rasanya laper banget.

Pelayan Shirokujichu sempat nanya, “Chinese? Chinese janakute (dia ketawa sendiri, ngeliat mata belo ama kulit gelap macam kami disangka China). English menu?”

Oh, intinya mah mau mastiin kita tuh turis, jadi dia mau ngasih english menu. Beklah. Kalo di versi menu bahasa Inggris, makanan ini bernama rice in a wooden tub. Si mangkok kayu ini emang bentuknya mirip banget sama bak mandi air panas tradisional.

IMG_9753

Ada tiga cara menikmati nasi topping sashimi ini.

Pertama, langsung makan tanpa tambah apa pun.

IMG_9756

Kedua, masukkan bumbu yang tersedia (tiap menu beda, Tisha dapet lemon, gw dapet semacam kecap manis). Campur, baru makan.

IMG_9754

Ketiga, masukkan potongan daun bawang, remah tempura krenyes krenyes dan potongan acar, lalu tuang chazuke. Biasanya sih ochazuke pakai teh panas, tapi kali ini isinya kaldu ikan gitu.

IMG_9759

Rasa yang ketiga ini paling juara buat gw!

Setelah kedinginan diterpa angin musim semi, akhirnya kehangatan mulai menjalar ke seluruh tubuh. ENAK BANGET. Harganya pun bersahabat. Gak nyampe 1000 yen, karena harganya (kalo ga salah) 990 yen. Oishikatta! Ureshikatta!

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Jalan Jalan Jepang – Rice in a Wooden Tub

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s