Jalan Jalan Korea – Nami Island


Tanpa Winter Sonata, tanpa Bae Yong Joon, gw tidak yakin Korean Wave bisa menggila seperti sekarang.

Drama legendaris yang jadi tontonan di rumah saat gw duduk di bangku SMP ini membuat Nami Island –lokasi syutingnya– super famous dan menjadikannya salah satu tujuan wisata wajib di sana.

Paling mantap sih ke sana pas winter ya biar persis gitu suasananya.

unadjustednonraw_thumb_1ff

unadjustednonraw_thumb_203

unadjustednonraw_thumb_204

unadjustednonraw_thumb_b97

 

Nami Island bisa ditempuh dengan kereta dari Seoul. Kami naik kereta cepat yang mirip Shinkansen (tempat duduk menghadap depan, bukan menyamping kayak angkot) dan turun di Gapyeong. Bisa lanjut shuttle bus langsung ke Nami Island, tapi daripada menanti tak menentu kami memutuskan naik taksi.

Good decision!

Kenapa? Karena kami tiba pagi-pagi di mana Nami Island masih kosong  (walau tidak melompong). Bebas deh mau foto sana-sini tanpa terganggu orang-orang yang lewat. Ketika kami mau pulang, setelah jam makan siang, Nami Island RAMEEEEE banget. Termasuk juga turis dari Indonesia.

Tips untuk kamu yang mau ke Nami Island: DATANGLAH SEPAGI MUNGKIN.

Ada dua cara untuk tiba ke Nami, yaitu naik kapal ferry atau zipwire. Paling seru tentu saja Zipwire, kayak flying fox gitu, cuma 90 detik sampe. Gw lihat ini di salah satu episode 2 days 1 night dan langsung mupeeeeeeeng banget.

unadjustednonraw_thumb_b87

Ada dua line, jadi bisa “balapan” sama teman. Makin berat badan lo, makin cepet sampe.

Kalo naik kapal beberapa menit saja. Tapi harganya juga seru. Zipwire 38000 won (sekitar Rp400.ooo) sementara kapal cuma 8000 won (Rp90.000).

Andai beda harga cuma 2000 won, pasti gw pilih zipwire!

unadjustednonraw_thumb_b8c
Dalam kapal ferry

 

Nami Island bagus sih, walau sebenarnya ya tidak spesial-spesial amat kalau bukan gara-gara Winter Sonata. Ada patung Bae Yong Joon dan Choi Ji Woo, ada sepeda yang mereka pakai di drama itu (goksss), taman-taman dan patung lain.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ini nih bukti pinternya Korea Selatan yang memanfaatkan dramanya buat jadi modal penarik turis asing. Sekarang saja mereka sudah membuat lokasi wisata dari drama “Descendant of the Sun”.

Kita juga punya sih film yang mempopulerkan tempat wisata: Laskar Pelangi dengan Belitung, Pendekar Tongkat Narsis Emas dengan Sumba, dan mungkin Ini Kisah Tiga Dara bakal bikin Maumere jadi tempat hits di masa depan yang hashtag-nya bertebaran di Instagram.

Kelar foto-foto adegan romansa ala Winter Sonata, kami makan siang di sebuah restoran muslim di sana. Menunya makanan Korea yang dijamin halal. Rasanya gimana? Lumayan sih, cuma rasanya ga otentik. Soalnya jajangmyeon aja jadi lebih mirip semur (kata yang udah pernah makan versi asli).

Di luar itu, restoran ini mengakomodasi kebutuhan wisatawan muslim karena menyediakan musholla yang nyaman.

Kelar dari Nami Island, kita punya dua tempat pilihan untuk dikunjungi: (1) Petite France dan (2) Garden of Morning Calm.

Bersambung ke postingan berikutnya….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s