Jalan Jalan Korea – Nyasar di Gangnam

Itinerary dan rencana penuh rinci bukan prioritas utama gw saat berlibur (sendirian). Biasanya gw akan melintah dengan itinerary orang lain selama itu memang sejalan dengan keinginan (“aku padamu saja gengs”).

Jadi ketika ada kesempatan itu mengeksplorasi Seoul sendirian selama sehari, prinsipnya adalah lihat saja nanti.

“Lihat saja nanti” maksudnya jalan-jalan sekitar Hongdae, kalau masih ada waktu ke Kafe Domba. Jalan-jalan tak tentu arah biasanya menyenangkan… jika cuacanya bersahabat. Tidak menyenangkan ketika cuaca menusuk terus lo sotoy gak bawa jaket.

Di tengah jalan, tiba-tiba tercetus ide untuk pergi membeli semua titipan orang (kosmetik dan DVD K-pop) dan casing gopro yang mendadak rusak.

“Lihat saja nanti” berujung ke tempat yang tidak direncanakan tapi dalam hati gw memang ingin ke sana.

Berikut daftar tempat yang didatangi akibat nyasar:

img_5180

Salah satu tempat operasi plastik

  • Apgujeong, tempat banyak klinik operasi plastik.

Niat awal:  beli casing gopro ke suatu tempat di dekat Gangnam sesuai arahan petugas tourist information yang ngeprin peta berisi tulisan hangul dan cuma (nanti belok kanan di sini, lo bisa liat ada tulisan bank bla bla bla). Jalan kaki mengikuti petunjuk malah sampe ke ujung jalan besaaaaar di mana trotoar mulai hilang karena sepertinya mau masuk jalan tol. Ada sungai Han juga. Aku dimanaaaaa…?!

thumb_img_5195_1024

  • K-Star Road, banyak Gangnam Doll yang mewakili grup-grup K-pop. Ngelewatin kantor JYP dan jejak-jejak artis K-pop walau ga ketemu siapa pun.

Niat awal: Balik ke stasiun semula untuk ke Myeongdong. Tapi kok malah nemu peta-peta berisi nama agensi yang tidak asing lagi. Di situ, nanya ke kasir convenience store untuk jalan pulang ke stasiun terdekat (apa saja!), diarahkan ke Apgujeongrodeo station.

thumb_img_5186_1024

Gedung JYP

thumb_img_5194_1024

Gedung SM yang direnovasi

thumb_img_5200_1024

thumb_img_5189_1024

thumb_img_5199_1024

thumb_img_5183_1024

Kaki berkedut tanda dipakai jalan belasan ribu langkah, perut bersuara tanda minta diisi, badan bergetar tanda kedinginan. Tapi sudah nanggung, ayo lanjut ke Myeongdong!

thumb_img_5203_1024

Stasiun Myeongdong ini gede dan ramai. Ini tempat langsung nyambung ke pasar bawah tanah yang suasananya mirip basement terminal Blok M versi lebih terang, ramai dan rapi. Cari macam-macam deh di sini, termasuk DVD K-pop kesukaan Anda. Relatif lengkap. Pas gw beli DVD TWICE penjualnya ngasih bonus poster dua biji.

“Bang, mau DVD TWICE yang ini nih warna mint.”

“Ini aje, ini edisi spesial,” dia menunjuk DVD TWICE dengan cover ilustrasi.

“Kagak dah, ini temen gw pesen pokoknya Mint.”

“Iye, ini cuma luaran doang baru, isinya tetep Mint. Itu tambahan cover aja.”

“Yaude bang, ane beli satu.”

“Oke neng, nih bonus poster buat temen ente.”

Ya… Senang sih dapat bonus. Tapi penampilan gw jadinya mirip sama otaku yang kalap di Akihabara. Ransel + keresek belanjaan + tas belanjaan + dua gulungan poster yang mencuat dari tas belanjaan.

Saking rempongnya bawaan, gw enggak makan malam meski banyak jajanan menggoda di luar Myeongdong. Males naro bawaan dan ribet cari yang halal #kray.

thumb_img_5206_1024

Kaos kaki murah dan lucu-lucu di Korea

Kelar nyari DVD Koreaan, gw keluar stasiun dan ke pusat jualan kosmetik di Myeongdong yang mirip Pasar Baru. Senyum pelayan sirna ketika tahu gw cuma beli mentok satu item (maklum mbak, titipan).

Kelar belanja titipan, lanjut ke Lotte Young Plaza lewat tangga bawah tanah lagi. At this point gw udah enggak tahu posisi di mana (Myeongdong ini luas, punya banyak pintu masuk dan keluar) dan cuma mengandalkan intuisi serta bantuan polisi muda yang siap menunjukkan arah.

Malam makin larut, jadi gw cuma window shopping sambil nyari-nyari barang yang tidak ada di Tanah Air. Kalau kalian punya duit dan pengen lihat barang bermerek ucuk-ucuk, mampir aja ke mal ini karena barangnya memang khusus untuk kawula muda. Cuanet deh.

Akhirnya aku kembali pulang… Jalan lagi ke Myeongdong mencari stasiun. Udah jalan pede banget sampe ujung.. Eh, loh, ini di mana, kok enggak ada stasiun? Kok malah bangunan hotel? Duh, jalannya emang mirip-mirip!

Eh tapi… tiba-tiba toko Cath Kidston muncul di hadapan! Lumayan… Dari kemarin nyariin siapa tahu ada tas lucu diskonan… Ternyata enggak ada. Huft.

Tapi gw beli casing hape yang diskon murah banget mengingat hengpong gw sudah tidak diproduksi lagi di pabriknya jadi segala aksesorisnya mungkin dianggap tidak berharga.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s