Jalan Jalan Korea – Changdeokgung Palace & Bukchon Hanok Village (Day 3) 

Hari ketiga di Korea (1 Mei 2016) adalah saat gw harus mengucapkan selamat tinggal pada Juan, Incheon dan mulai menjelajah ibukota Seoul. Ati dan Angga lanjut ke Seoul, sementara gw harus transit di stasiun-lupa-namanya karena tempat janjian dengan Maya, Yuni, Icha di stasiun Hongik University yang dekat dengan apartemen airbnb.

Malam pertama kami akan dihabiskan di penginapan bergaya tradisional alias Hanok Guest House yang letaknya di dekat patung King Sejong, jadi koper dititipkan dulu di Raon Baggage Storage di Hongik.

Masalahnya adalah Raon Baggage Storage ini adanya di dekat exit 7 stasiun Hongik yang nyambung sama jalur dari-menuju bandara. Sementara gw datang dari arah non bandara. Belasan hingga beberapa puluh menit gw habiskan dengan pusing pala berbi bolak-balik di dalam stasiun untuk nyari exit 7 (exit 1-9 ada kecuali 7).

Cara yang paling mungkin adalah masuk ke pintu yang menuju bandara terus keluar lagi. Mengingat pengalaman di Jepang, gw takut malah enggak bisa keluar masuk di stasiun yang sama, soalnya pernah error gitu sampe ngobrol sama mesin yang menyampaikan keluhan ke petugas. (Ternyata sebenarnya bisa aja, tapi bayar lagi karena kredit T-money kepotong)

Melihat peta, exit 7 paling dekat sama exit 4, jadi gw keluar di situ, ternyata di antah berantah. Gw masuk lagi ke stasiun, melototin lagi jalan masuk ke bandara, nyari petugas tiada yang berseliweran, akhirnya menyerah watsapin Maya yang udah ada di Hongdae tapi gak kunjung datang menjemput diriku di stasiun.

Keluarlah gw di exit 2, lalu bersama Maya menyeberang jalan, belok kiri, ngeden angkat koper naik tangga dan sampailah di exit 7. Finally!

Raon Baggage Storage tempatnya lucu dan petugasnya ramah. Setiap orang akan dikasih suvenir isinya power bank 4000 mAh bentuk bb cushion cream dan ada kacanya juga. Kalau isi survei dikasih T-money isi 2.000 won cuma-cuma. Mayan banget!

Koper dititip, ransel berisi baju ganti untuk keesokan hari digendong di pundak. Menuju ke Istana Changdeokgung!

Kami mengikuti tur tambahan, yaitu SECRET GARDEN.

FYI:

* Huwon Tour (Secret Garden)
Adults (ages 19 and over): 5,000 won
Children and Teenagers (ages 7-18): 2,500 won
* To participate in the Huwon tour, both regular admission (3,000 won) and admission to Huwon (5,000 won) must be purchased.
* Seniors are required to purchase tickets to enter Huwon. 
* The following people may enter free of charge: Children (age 6 & below), people with disabilities. 

Perjalanan membawa ransel sedikit berat (not as hard as first day in Osaka tho) tidak cocok dipadukan dengan tur jalan kaki. Apalagi setengah dari kami baru saja turun dari pesawat beberapa jam lalu. Rasanya pasti pengen bobo siang di gazebo istana ini. Banyak pepohonan yang warnanya pasti cakep banget pas musim semi atau gugur. Namun karena kami berkunjung pada musim nanggung, rasanya seperti di kebun raya Bogor. Ijo ijo cendol kaskus.

Jadi, setelah tiba di perhentian ketiga (dari lima) Secret Garden, kami putar balik untuk cari makan. Dari sekian banyak rombongan, cuma kami berempat yang enggak lanjut ke dua tempat lain di Secret Garden. Ini gara-gara tour guide bilang tempat keempat dan kelima harus melewati jalan mendaki, langsung pada MLZ. Lagipula perut lapar sekali, mana ada tenaga buat jalan kaki? 5.000 won agak terbuang percuma yaaa. 

Seperti Kyoto, banyak orang yang menggunakan pakaian tradisional di sini. Hanbok tentu, bukan kebaya. Sepertinya seru juga ya pakai baju tradisional Indonesia di sini. Anti mainstream. Kalau mau eksperimental coba pakaian tradisional Papua, tapi hati-hati ditangkap karena tempat ini dekat dengan markas polisi. Ngomongin soal polisi, Siwon Suju kan lagi wajib militer, jadi kita pelototin setiap polisi siapa tahu dia ditugaskan di sana. Hasilnya nihil.

Anyway, sepertinya ada banyak penyewaan hanbok di sekitar sini. Ada yang bisa disewa beberapa jam, ada yang hanya untuk foto studio, ada juga yang gratis seperti yang gw temukan secara tidak sengaja (nanti diupdate di postingan selanjutnya).

Kaki-kaki manja yang biasa mengandalkan gojek/grabbike pun mulai ingin mengandalkan taksi pada hari pertama menuju Bukchon. Balas dendam gitu soalnya di Jepang sama sekali enggak ada pikiran naik taksi kecuali mau jatuh miskin dalam sehari kemudian menggelandang di pinggir jalan Harajuku. Niat naik taksi GAGAL. Penuh maning, penuh maning. Hari libur sih sodara-sodara. Apalagi istana ini memang salah satu tujuan wisata yang ramai.  Menyerah cari taksi, mau tidak mau jalan kaki dan mencari makanan di dekat stasiun Anguk.

IMG_4878

Bonjuk terpilih (Juk artinya bubur) jadi menu makan siang pertama kami. Penampakannya mirip sama bubur Manado. Bubur Bonjuk teksturnya masih seperti butiran nasi yang lembek dan basah. Tanpa perisa (kimchi, daging dan sesuatu mirip sambal tapi tidak pedas sama sekali), buburnya tak berasa. Yang bikin enak adalah dagingnya yang mirip gepuk. Sayang sekali cuma dikasih sedikit dan kalau mau tambah harus bayar (side dish lain bole nambah gratis). Intinya sih menurut gw jauh lebih enak bubur Sinar Garut Margonda (cabang Ragunan).

Bukchon Hanok Village

Surrounded by Gyeongbokgung Palace, Changdeokgung Palace and Jongmyo Shrine, Bukchon Hanok Village is home to hundreds of traditional houses, called hanok, that date back to the Joseon Dynasty. The name Bukchon, which literally translates to “northern village,” came about as the neighborhood lies north of two significant Seoul landmarks, Cheonggyecheon Stream and Jongno. Today, many of these hanoks operate as cultural centers, guesthouses, restaurants and tea houses, providing visitors with an opportunity to experience, learn and immerse in Korean traditional culture.

www.GIFCreator.me_b9PCGa

Jika punya waktu seharian, kita bisa menjelajahi Bukchon Hanok Village dalam tur jalan kaki dengan estimasi waktu 3,5 jam.

Rumah-rumah di Bukchon itu aslinya memang pemukiman, jadi jangan berisik saat melewatinya agar tak mengganggu penghuni. Ada yang masih tradisional banget, ada yang udah campur-campur modern.

Medan di sini terjal, tanjakannya membuat kita selalu mengingat Tuhan YME. Tiap lihat tanjakan atau tangga tak berujung, kami otomatis beristigfar.

“ASTAGFIRULLAH TANGGA LAGI…. ASTAGFIRULLAH TANJAKAN TINGGI BANGET”

Enggak kebayang punya rumah di Bukchon. Udah mana gang sempit, jalan tanjakan berliku, tiada tempat parkir (mobil-mobil diparkir di depan rumah), rame terus sama turis.

Di jalan raya sebelum daerah pemukiman ada banyak toko dan warung jajanan menarik. Mukshidonna tteokbokki daerah Samcheongdong yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari Bukchon.

IMG_4917


Restoran ini ngehitz karena antreannya lumayan juga, sebagian besar orang Korea. Begitu sampai, kita dikasih nomor antrean sama menu, ada berbagai variasi tteokbokki, pakai ramen, keju, seafood, dsb dan tingkat kepedasannya. Kalau enggak salah kami pilih yang pedas sedang.

DCIM123GOPRO

Nomor antrean kami dipanggil (pake bahasa Korea, untung ada yang paham bahasa setempat) kemudian duduk manis menanti wajan besar berisi tteokbokki + seafood + cheese + ramyeon tiba.

IMG_1163
Credit: Maya Safira
Tteokbokki di sini LEMBUT BANGET. Selembut kasih ibu.  Tak butuh energi untuk mengigitnya. Tteokbokki memang punya kekenyalan berbeda tergantung warungnya. Soal lembut dan empuk, Mukshidonna juara!

Pedas sedang ternyata enggak nampol sama sekali buat lidah gw. Kalau memang suka pedas, mendingan pesen yang pedas banget sekalian biar kerasa enak. Jadi, kalau soal pedas, juaranya adalah tteokbokki di deket Inha University.

PS: Foto-foto kece yang keliatan diambil dari kamera adalah jepretan Maya Safira

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Jalan Jalan Korea – Changdeokgung Palace & Bukchon Hanok Village (Day 3) 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s