Sakit gigi VS sakit hati

Daripada sakit hati, lebih baik sakit gigi ini…

Beneran setuju sama Meggie Z?

*naro kompresan air hangat yang baru ditempel di pipi*

Seumur-umur baru kali ini gw nelangsa sakit karena gigi, sampai bengkak seperti anak kecil ngemut nasi nggak ditelan. Untung (?) muka emang udah chubby jadi nggak terlalu ketara, toh bakal ketutup kerudung juga xD

Sakit gigi ini disponsori oleh geraham bungsu yang tumbuh sekehendak hatinya. Gangguan mulai terasa sejak tahun lalu sebenarnya, tapi ditahan-tahan-tahan-tahan-tahan… Gusi bengkak. Tahan-tahan-tahan-tahan-rontgen-tahan-tahan-tahan-gak sempet ke dokter-tahan-tahan-sempetin-operasi-bengkak.

Selama proses menahan itu sebenarnya nggak ada gangguan berarti, cuma nggak bisa ngunyah di sisi kiri aja soalnya gusi bengkak dan kalau tergesek-gesek makanan plus gigi atas jadi sakit.

Proses operasi berlangsung dalam situasi ramai, diselingi ponakan yang berseliweran di klinik (dari lahir terbiasa liat emak-babe ngerjain pasien jadi santai aja gitu liat situasi operasi kecil), di kursi sebelah ada babe lagi dikerjain giginya sama si aa, selang-seling ngobrol sama enak.

Suasana ramai ditambah bunyi pembangunan rumah di dalam mulut. Bor ngiiiiiing ngiiiiing ngiiiing.  Jadi inget dulu ada penemuan alat dokter gigi yang ngeluarin musik biar pasien anak-anak nggak takut. Sepertinya gw butuh itu. Tapi nanti dokternya susah ya koordinasi (buka lagi, buka mulutnya, bukaaaaa terus).

Setelah beberapa lama waktu berselang (muka gw ditutup juga pake kain operasi yang bolong kecil doang buat gigi), akhirnya selesai. Terlihatlah empat bagian geraham bungsu yang telah dipotong-potong. HEY KAMU!! Geraham bikin geram.

Bibir berasa mencong akibat anestesi, berkumur pun sulit dikendalikan, airnya muncrat kayak air mancur, bikin basah lantai klinik LOL.

Sekarang masih bengkak nih pipi, bengep macam digebukin pas tawuran, udah dikompres pake es batu semalam, gantian pake air anget hari ini. Cuma bisa makan bubur.

Jadi, lebih baik sakit hati atau sakit gigi?

Sakit gigi ada tandanya (pipi bengkak, jahitan harus dilepas), bikin nggak nafsu makan dan hati sedikit siyok begitu tahu harga obat di apotek yang setara sama tiket bolak balik Jkt-Jogja (HAH? Berapa mbak?). Tapi beberapa hari kemudian sembuh ya.

Sakit hati… nggak kelihatan. Palingan mata bengkak nangis. Sembuhnya sih entah berapa lama… Dompet nggak meringis juga, kecuali bawaan sakit hati pengen belanja-belanja 😀

Iklan

2 pemikiran pada “Sakit gigi VS sakit hati

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s