Boyzone yang sudah Manzone

  

Tumbuh besar dengan kakak yang umurnya beda jauh membuat kuping gw familier dengan lagu-lagu zaman remaja 90an, termasuk akang Boyzone   Kuartet Irlandia ini (member fave gw yang mukanya dulu paling caem buat anak SD udah meninggal , Stephen Gately) ramah gitu pas preskon. Seperti mayoritas pendengar Boyzone non garis keras, gw hanya hafal Ronan Keating.

Jadi saat berjalan kaki menuju ruang konferensi pers dan melihat sesosok pria yang dicurigai artis, gw hanya melirik dan jalan terus.  Rupanya itu Keith Duffin. Hehehe.  Konferensi pers itu ajang paling asyik untuk ngeliat artis luar dari dekat dan lebih personal.

Bisa juga jadi ajang fangirling asal bisa jaga ekspresi aja, jangan sampe jejeritan histeris juga, kan kita mau kerja.  Meski bukan fans berat, gw tetap excited melihat sosok om-om yang masih bugar, mengenang masa pertama kali mereka ke Jakarta, 18 tahun silam.  Dulu animo fans kaya menyambut One Direction kali ya? Mereka sampe ngumpet di toilet gitu saking fans menggila di bandara.

So, how was the concert?

Suaranya masih keren banget sodara-sodara, terutama om Ronan tentunya. Dan… yang gw tidak sangka adalah suara anggota lain juga BAGUS-BAGUS. Di lagu-lagu baru mereka kedapetan bagian solo gitu, Keith, Shane sama Mikey nyanyi walau jatahnya gak sebanyak Ronan. Ternyata merdu aja gitu. Gw pikir mereka gak diprioritasin jadi lead singer karena suaranya ga bagus. Lalu gw jadi sedih, kenapa sih mereka gak dikasih kesempatan? Kenapa yang ditonjolin cuma om Ronan sama Stephen aja? Kebayang gak sih lo berada di kelompok famous tapi cuma joget-joget ama sumbangin sedikit suara pas chorus. Masih mending Arashi yang ketimpangannya gak jomplang banget, Ohno memang paling bagus suaranya tapi jatah dia gak mendominasi juga (oke, sedikit dominan tapi gak parah).

Gw sebagai balita 90an (bukan remaja 90an) merasa terhibur dengan nostalgia yang disajikan Boyzone. Sebagai balita 90an tentu gw tidak hapal semua liriknya, cuma chorus doang, jadi bisa teriak-teriak hanya di bagian tertentu, sisanya jinjit sambil miringin kepala ke sana ke mari biar bisa melihat om-om di antara kerumunan orang yang tingginya di atas rata-rata *sigh*.

Anyway, kami para peliput dapat tempat di festival! Yahooo. Bisa melihat lebih dekat walau berdiri (jadi ngetiknya gak enak). Mengingat tempatnya cuma Istora, konsernya memang mini dan intim gitu kesannya. Para penonton yang rata-rata seusia kakak gw (pertengahan 30an) awalnya jaim, tapi lama-lama menggila dan yang duduk pun ikut joget menjelang konser berakhir, terutama pas mereka nampilin lagu lama.

Panggung memang minimalis dan gak ada kejutan-kejutan macam konser Jepang dan Korea yang fantastis, tapi live band dan kualitas suaranya oke! Mereka juga rapi banget pake setelan jas gitu, dengan sedikit koreografi ala-ala 90an yang simpel dan cheesy, lumayan membangkitkan jiwa fangirling-ala-balita-90an (OOOOOOMMMM KALIAN LUCU AMAAAAT!). Zaman mereka masih belum punya kerut-kerut tanda usia menua, mungkin koreo kaya gitu bikin penonton jejeritan histeris, sekarang ngeliatnya lucu aja, in a good way ya.

Menurut gw, Keith bagaikan padi, makin tua makin jadi (ganteng).

Mikey adalah sosok yang memperlihatkan realita, ga kaya temen-temennya yang masih oke bener badannya di usia akhir 30an dan awal 40an, dia emang menampilkan sosok bapak-bapak, hehehe. Kayak man next door.

Shane? Aih dia paling flamboyan dan flirty sama penonton, kontras banget sama tato di sekujur tubuh yang sekilas bikin ceyem.

Kebayang, mungkin 20 tahun kemudian One Direction balik lagi ke Indonesia buat konser di Istora Senayan.

Balita 90an pengen nonton Westlife jadinyaaaaa! Tapi udah bubar ya? Zaman kelas 5-6 SD sih gw bukan termasuk penggila Mark, dkk, gak sampe beli posternya (ngorbanin duit jajan? no!) atau beli VCD konsernya. Mentok cuma dibeliin emak VCD waktu mereka duet sama Sherina nyanyi I Have a Dream (itu pun karena emak tahu anaknya doyan lagu Sherina) sama nonton VCD konser sambil berdelusi bersama temen masa kecil/tetangga.

Masa 90an memang tidak terlupakan!

Iklan

3 pemikiran pada “Boyzone yang sudah Manzone

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s