Sapi Wagyu Asia Afrika

  
Hello Asia, Hello Africa! Sapaan sebelum ada pengumuman di ruang media yang awalnya terdengar biasa-biasa aja berubah jadi menggemaskan (in a bad way) pas lagi ngetik diburu deadline. Terutama saat penutupan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika 2015 semalam, LOL.

*Tik ngetik*

“Hello Asia.. Hello Africa..”

(“Iya tahu, berisik!! Apaan lagi?!”)

  
Tahun ini semua teman gw diberdayakan untuk meliput acara Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika, tapi ternyata hanya ada sepuluh slot untuk bisa masuk ke JCC meliput berbagai pertemuan bilateral endesbre endesbre itu. Dari sepuluh slot itu, gw di antaranya. Wew. Bye bye artis hello presiden sih ini mah ceritanya.

Media tentu ada banyak, yang asing juga, TAPI TETAP GA ADA NEWS ZERO. WHY OH WHY? Sho kan latar belakangnya ekonomi, harusnya dia juga liputan ke sini dong, bukan cuma ngikutin olimpiade aja. Sebel sebel sebel sebel. Kalo susah ketemu pas konser Arashi (yang entah kapan bisa gw datangi) kan bisa kita ketemu sebagai pemilik profesi yang sama di ruang media, jadi kesan pertamanya lumayan ketimbang fangirl delusional. Ngebayangin dia dateng liputan juga delusi kali, coy.

Ada media yang mengutus sedikit orang untuk liput acara internesyenel ini, bahkan cuma satu orang! Wih bayangin lo bolak-balik di antara sekian pertemuan negara A-Z, sungguh sapi perah.

Gw? Sapi wagyu. *smirk*

Dengan banyaknya jumlah personil… Ada banyak kesempatan menyeruput wedang ronde sambil update blog di media center yang wifinya okeh. Gw mah anaknya begitu.  (That’s why suddenly I am updating this blog after a month hiatus, lotsa time, excellent internet)

  
Sebelum hari pertama, gw semacam susah tidur, biasa deh doki doki gitu membayangkan akan seperti apa, akan nulis apa karena isu ini bukan hal yang biasa gw garap. Ternyata ya go with the flow aja sih..

Di luar semua ke-wagyu-an ini, pengalaman berada di ajang internesyenel itu menakjubkan.

   
       Media Center-nya paling kece dibanding semua ajang yang pernah gw datangi, seperti Motor Show. Makanannya pun beraneka ragam walau yang paling oke dan melimpah tentu hari pertama, hari berikutnya… siapa cepat dia dapat dan isinya karbohidrat semua. Yak, makan nasinya sedikit sih, tapi piring kecilnya dipenuhi kue beragam warna. Wagyu!

Bu Jenderal menyambut bahagia ajang-ajang seperti ini di mana mau tidak mau gw harus meninggalkan sejenak deretan kaos belel dan mengenakan beragam blus jahitan Moschic. 

Syukurlah gw punya koleksi dua alas kaki cantik yang biasa dipakai untuk kondangan kasual (gak akan menyiksa walau harus naik angkutan umum dan jalan ke sana ke sini) biar ga saltum. Pengen docmart deh, tapi baru tahu harganya bisa dipake buat foya-foya seminggu di Bangkok. Kapan-kapan deh kalo udah ga pake mikir saat mau naik taksi #proletar. 

Pas ibu negara ke Museum Tekstil, gw disuruh ke sana tapi mepet. Akhirnya hanya bisa menatap nanar museum yang sudah kosong… Trakdungjes. 

Dan kemarin saat melipir ke sana ke sini bareng seorang teman yang lagi mengincar delegasi Afrika untuk menanyakan satu hal, terlihatlah seseorang yang lagi diwawancara beberapa media (sepertinya) Afrika. Ternyata beliau adalah seorang presiden dari Afrika.

Berhubung isu yang mau ditanyain temen gw gak menyangkut bilateral, kami berniat doorstop (gw yang tadinya gak ada rencana doorstop cuma sempet mikirin satu pertanyaan). Emang udah gila aja ni bocah, presiden emangnya bisa di doorstop? Waktu SBY lagi meninjau banjir, ada reporter TV mau doorstop langsung dihardik sama paspampres. Soalnya presiden biasanya memberi keterangan pers resmi, ga ada tuh cegat-cegatan. Ga usah bahas Jokowi pas awal-awal jadi presiden yang bisa dicegat begitu aja lah ya, itu anomali.

Ya udah kita coba aja.

Dan… berhasil.

Dia yang udah meninggalkan media-media itu terlihat kaget (mungkin pengawalnya lebih kaget) ketika ada dua ciwi-ciwi imut nyodorin recorder. Paspampres sepertinya kecolongan, tapi apa daya, kami tidak dihardik dan sukses dorcop! Auw auw auw. Tapi ini edisi spesial aja kali ya, gw gak tahu deh kalo yang kami cegat Kim Jong Un seumpama beneran dateng, apakah akan di dor?

“Sir… where do you get the inspiration for your haircut?”.

Rekamannya sih sekepret, diplomatis pula, cuma berisi pernyataan yang…yah begitu aja sih. Di balik semua itu, gw tetap gembira!

Sekian bacotan, berikut adalah foto-foto pencitraan selama berada di sana, dubidubidubidu~

  

Iklan

2 pemikiran pada “Sapi Wagyu Asia Afrika

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s