Nobunaga Concerto

IMG_7650.PNG

Awalnya gw berpikir Nobunaga Concerto itu drama tentang musik (concerto!) seperti Nodame Cantabile. Terbayang sudah Shun Oguri, Osamu Mukai dan Fujiki Naohito bermain alat musik (kalo Mukai sih udah kebayang main cello seperti perannya di Nodame).

Ibu Maya udah kasih jempol buat drama ini atas faktor “aktor-aktor cakep yang aku suka semuanya ada di sini”, jadi mari tonton!

Loh.. Ini drama bertema sejarah toh! Mana alat musiknya? Wakakaka~

Shun Oguri (Saburo) adalah murid SMA yang punya sifat pengecut, tiap ada masalah dia langsung kabur, termasuk saat nembak cewek dan si cewek bilang “maaf… Tapi aku…” dan Saburo langsung lari sekencang-kencangnya, dengan bangga bilang ke teman segengnya “well, gw gak ditolak mentah-mentah”.

YA SOALNYA LO KABUR SEBELUM KALIMAT PENOLAKANNYA DIUCAPKAN SAMPAI SELESAI, NYONG!

Si Saburo pun bergegas pulang dari festival sekolahnya yang menampilkan tur sejarah, tapi karena ga nemu jalan keluar, dia milih manjat tembok dan melompat… lalu terpeleset serta terguling-guling… Kemudian muncul di padang rumput yang tampak seperti dunia lain.

Dari kejauhan muncul dua orang menaiki kuda dengan pakaian tradisional..salah satunya berwajah persis seperti Saburo!

Dia memperkenalkan diri sebagai Oda Nobunaga (salah satu tokoh sejarah yang mempersatukan Jepang), si Saburo dengan santai mengira kalo Oda Nobunaga ini adalah salah satu cosplayer yang turut serta dalam festival sekolahnya.

Nobunaga minta Saburo untuk menggantikan dia (karena lelah nyawanya selalu terancam) dan Saburo dengan senang hati mengiyakan (dia kira gantiin cosplay).

Nobunaga asli pun kabur, meninggalkan Saburo dengan penampilan modern (jaket, sepatu Nike Air, ransel, handphone) bermodalkan pedang sebagai bukti identitas Nobunaga.

Saburo pun bertemu dengan para pengikut yang entah kenapa memaklumi penampilan ajaib serta amnesia mendadaknya Nobunaga (kayanya tuan Nobunaga jadi aneh sejak jatuh dari kuda!).

Dia masih menyangka semuanya cosplay sampai akhirnya dia berpartisipasi dalam perang dan melihat ada orang mati di depan matanya…

Dan Saburo pun melanjutkan kehidupan sebagai Oda Nobunaga untuk menjadi pemimpin hebat di Jepang.. tapi dia gatau caranya gimana karena dia lupa pelajaran sejarah dan buku sejarah yang ditaruh di ranselnya tercecer di tengah jalan. Ouch!

Saburo membuat kepribadian Nobunaga mendadak menjadi nyentrik karena dia mengusung ide-ide kontroversial yang tidak umum di masa itu, dan menjadi bumbu humor dalam dorama ini.

Dia ingin membuat Jepang menjadi negara penuh kedamaian tanpa perang yang penuh dendam seperti yang dia rasakan sejak lahir, tapi orang-orang di sekitarnya selalu menganggap dunia seperti itu mustahil terwujud.

Peer Saburo untuk mewujudkan dunia itu pun dimulai….

Selain akan dimanjakan dengan deretan aktor dan aktris ternama, misalnya Shibasaki Kou dan Mizuhara Kiko, dorama ini membuat penonton belajar sejarah dengan cara menyenangkan.

Gak semua karakter dibikin persis kaya aslinya, ada yang dibikin komikal, misalnya Ieyasu (salah satu tokoh bersejarah juga) yang digambarkan cupu dan lemah.

Saburo yang sangat familier dengan nama Ieyasu di buku pelajarannya dengan heboh bilang kalau pria ini akan jadi tokoh penting yang menorehkan sejarah.

Kepercayaan diri Ieyasu melejit~ Dia bahkan curcol kalo dia sempet mikir pengen berubah jadi perempuan karena dia ga bisa berhenti mikirin cewek. Beberapa saat kemudian dia kembali ke kastil dan terlihat lebih perkasa, lalu curcol lagi “saya udah gak terobsesi sama cewek, saya malah jadi suka cowok”. Jgerrr. Lalu Saburo memberinya hadiah… majalah gravure yang bikin Ieyasu kumat lagi. ROFL.

Karakter Nobunaga yang tidak lazim untuk orang-orang di eranya, seperti memberlakukan pasar bebas dan tertarik pada senjata api dari Eropa dibuat make sense karena ide itu dicetuskan oleh Saburo yang berasal dari masa depan, tentu dia sudah familier dengan senjata api dan pasar bebas.

Selain belajar sejarah, gw lumayan paham kenapa di komik atau drama Jepang ada aja cewek-cewek bilang “ah andai aku dilahirkan jadi lelaki” karena diskriminasinya wow banget. Tentu aja ga bisa ikutan perang (dan ga dianggep jadinya), terus kalopun mau berguna ya paling jadi “hadiah” sebagai istri untuk mendamaikan dua klan yang berseteru. Kichou, istri Nobunaga, juga dikawinkan pasrah sama si Oda demi menjadi pemersatu klan Oda dan Mino (bapaknya Kichou). Idih… Perempuan dianggap barang, terus pasrah! Duh kasiaaan.

Dan yang tersisa sekarang adalah kesabaran untuk menunggu film Nobunaga Concerto tahun depan karena endingnya gantung!

Apakah Saburo akan kembali ke masa depan? Apakah dia akan mengalami kisah tragis dialami Nobunaga yang berujung pada kematiannya? Atau dia bisa menorehkan sejarah baru? Kita tunggu saja 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s