Himono Onna Naik Haji – Tokyo Disneyland (4)

Image-1

Habis gelap terbitlah terang, habis masuk angin terbitlah kebahagiaan. Setelah sesorean diserang penyakit sindrom 20 tahun, gw menuju restoran demi menyambut nasi yang sudah dirindukan sejak pagi.

YA AMPUN POTONGAN IKAN SALMONNYA GEDE AJA. Karena dilanda lapar maka gw tidak terpikir untuk melakukan ritual sebelum makan ala abege Jakarta: fotoin piring beserta lauk pauknya. Perut sudah memberontak. Itadakimasu!

Habis makan, Obre dan teman-teman sekamarnya udah siap berangkat ke Tokyo Disneyland.

Sebagai spesies melintah (tadinya mau pergi sama senpai, tapi dia terlalu jauh lokasinya dan terlalu pedit buat ngeluarin 1000 yen PP -jauh ye Shinjuku-Chiba-, gw juga terlalu sayang merelakan 1000 yen buat pertemuan yang kurang dari tiga jam. Nanti aja lah ketemu puas-puasin kalo orangnya balik ke Jakarta) gw sih ngikut aja kemana pun ada yang mau pergi ke tempat asik. Tadinya mau yang rada jauh macam Akihabara gitu, tapi dengan waktu terbatas nanti malah kurang menikmati. Lagipula hotel ini kerjasama dengan Disneyland jadi kalau mau ke sana tinggal naik shuttle bus hrateis. Tinggal duduk dan sampe deh.

Bis shuttle isinya cuma kami berlima plus satu orang mbak Jepun. Ada televisi yang menayangkan pidio tentang Disney dan supirnya (dengan sarung tangan putih) menerangkan berbagai hal dengan mikrofon yang tersambung ke speaker di bis. Nerangin apa? Entahlah, semua pakai bahasa Jepang. Kira-kira sih begini,

“Ya… selamat datang. Kita akan menuju Disneyland. Saat ini kita melewati XXX… Nanti akan ada XXX… Yak… Sepuluh menit lagi sampai…”

Pokoknya itu pak supir gak berhenti-berhenti menjelaskan sesuatu dengan penuh dedikasi, padahal penumpangnya gagal paham.

20141007_190128

Jarak dari hotel ke Tokyo Disneyland cuma beberapa belas menit. Tadinya sih gw cuma pengen sampe di depannya terus poto-poto aja, tapi yang lain pada mau masuk. Haemmmm… Oke deh, ke sini gak segampang dufan, gpp lah relakan saja itu beberapa ribu yen.

Karena kami datang setelah pukul 6 sore, tiketnya pun diskon After 6 Passport.

Walau sudah malam, pengunjung yang baru datang pun banyak banget loh! Kalangan yang mendominasi adalah keluarga yang bawa kereta bayi. Mungkin mereka ngejar pengen nonton parade terakhir kali ya.    20141007_202444   ?????????????

Kombinasi disneyland + angin dingin menggigit ala Lembang + pendar cahaya dari lampu-lampu + musik-musik disney = mimpi. Padahal disney is not my thing ya, gw gak tumbuh besar dengan film-film Disney, tapi senangnya ulalaaaa. Kebayang gak itu anak-anak lain yang emang demen sama Disney pake banget hepinya segimana?

Kami pun pergi sendiri-sendiri, gw dan Obre misah dari yang lain, janjian di depan kastil Cinderella jam 9 karena ada parade.

20141007_191502

Berdasarkan pengamatan gw dari video yang direkam pas di Disneyland, muka gw sama Obre macam rakyat jelata dilamar Pangeran Harry. Sumringah. Cengar-cengir. Bahagia. Mangap-mangap. Sambil bilang uwa uwa uwa uwa uwa.

?????????????

Bagai kesetanan, kami lari-lari kesana sini (ga bebas lari juga sih karena di beberapa tempat penuh bingit sama orang yang ngumpul mau nonton parade), foto sana sini  (kerudung gw modelnya yang-penting-nutup-aurat saking udah hectic abis masuk angin udah gak mood benerin kerudung), ketawa-ketiwi sambil komentarin orang-orang dengan volume kenceng mumpung ga ada yang ngerti bahasa Indonesia. Komentar pun berubah jadi sedikit nyinyir karena banyak:

1. Orang pacaran, cowoknya lucu parah
2. Orang pacaran, bajunya kembaran
3. Orang pacaran, mesra-mesraan
4. Orang pacaran aja
5. Geng anak sekolah
6. Orang tua muda (bapaknya lucu) bawa stroller isi balita (lucu juga)

Yang satu galau karena belum ketemu Sho di kampungnya sendiri, yang satu galau karena blah blah blah lagi blah blah blah di negara tetangga.

Kami pun bergandengan tangan karena terbawa suasana romansa, LMAO.

Btw di sini lo bisa dandan pol-polan ala Disney terserah mau seheboh apa karena orang lain juga pada begitu kemasannya. Obre sempet mau beli topi Mickey atau Minnie yang gede gitu, kalo gw sih mikir-mikir pengennya beli yang bisa dipake lama, bukan cuma sekali. Yaah kecuali emang udah bisa belanja pake price tag yen tanpa harus melototin angka dan diam-diam menghitung ke kurs rupiah. Hihihi.

In the end kami cuma naik satu wahana (rollercoaster mini) terus nonton parade di mana para karakter Disney diperankan sama bule-bule. Meraninnya total banget, mulai dari penampilan, gestur, akting, sampe ke lipsync dialog. Penontonnya heboh banget dadah-dadahin mereka kaya ngedadahin artis. Emang menjual mimpi banget ya si Disney ini.

Mau naik wahana lain tapi antreannya mengulaaaaar. Jadi kami memilih untuk menghabiskan waktu dengan mengeksplorasi Disneyland dengan cobaan (1) Hape gw masih eror jadi ga ada poto-poto mumpuni, (2) gopro pinjeman lowbat karena keasikan pidio, (3) SLR Aubrey lowbat dan fokus autonya emang rusak jadi kudu lama settingnya, (4) iPhone Aubrey lowbat juga. Yah momen yang diabadikan pun hanya sepersekian dari yang diinginkan, tapi masih kerasa kok suasana yang megah itu. Uh, kangen. Sebenarnya lebih banyak ngerekam video sih, tapi belum sempat diedit.  Udah diunggah di atas dengan editan super cupu mengingat di kantor ga ada aplikasi yahud dan komputer di rumah ga kuat buat ngedit video yang resolusinya segede gaban.

?????????????

?????????????

?????????????

Lari kesana lari kesini, pegang-pegang barang lucu di toko suvenir sambil jejeritan “aaak pengen beli aaak lucu aaaak mahal!”. Akhirnya menenteng seplastik kecil setelah berkontemplasi dengan segenap jiwa raga. Kalo pengunjung lain yang keluar dari toko suvenir biasanya bawa plastik yang GUEDEEE banget. Belanja heboh. Ntar ye kalo rupiah lebih kuat dari yen, gw borong dah.

?????????????

?????????????

Gw juga cuma bisa menatap lapar ke menu-menu dengan bentuk Mikimos dsb.

?????????????

?????????????

Dengan keajaiban dan kehendak dari Yang Maha Kuasa, meski tanpa hubungan telepon, kami berlima dapat kembali bersua di depan kastil Cinderella di tengah lautan manusia.

Oh iya, sepanjang malam gw tidak menemukan perempuan berkerudung lain (agak diliatin gitu deeh gw sama orang-orang sono, entah karena jarang liat kerudungan apa karena menawan, agak ambigu memang) tapi pas lagi ngobrol kenceng sama Obre tetiba ada yang nyaut,

“Orang Indonesia ya?”

Ketemu sodara senegara juga. Para cowok-cowok itu bilang mereka lagi kerja di Jepang, apa kuliah ya? Setelah basa-basi nanya “ngapain di sini? sampe kapan?” akhirnya kami berpisah tanpa sempat berkenalan lebih lanjut. Mungkin kalo gw bakal agak lama di Chiba bakal minta nomer demi ketersediaan pemandu dadakan.

Setelah pesta kembang api, kami pun berlari ke arah parkir mobil di mana Shuttle Bus menunggu. Ngejar jam malam cuy~ Gw sama Obre sempet nyasar pula, bukannya ke tempat shuttle bus malah ke parkir mobil pribadi gara-gara sotoy ngikutin pengunjung lain yang jalannya ke arah situ.

Sampe di hotel nyaris melewati jam malam, tapi ternyata banyak bocah-bocah yang baru balik larut banget. Mengingat besoknya harus berangkat pagi, gw lebih baik menyimpan energi aja takut kesiangan.

Mengendap-endap masuk kamar, satu orang udah pulas, satu lagi belum tampak batang hidungnya. Setelah bebersih, temen sekamar gw yang satu lagi baru sampe. Dia dari Shinjuku, jalan-jalan aja dan end up nongkrong di Starbucks. Wew! Katanya sih kelamaan di jalan sama sempet nyasar di kereta.

Next: Museum Surat Kabar di Yokohama!

Iklan

4 pemikiran pada “Himono Onna Naik Haji – Tokyo Disneyland (4)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s