Killing Fields Wat Thmey dan Acar KFC

IMG_4048IMG_4047

Killing Fields Wat Thmey adalah tempat di mana kita bisa melihat tumpukan tengkorak dan tulang belulang dari sisa-sisa sejarah berdarah Kamboja. Sayangnya… tiada guide sehingga gw sih kurang bisa meresapi dan memahami sejarah menyedihkan yang ada di tempat ini. Waktu itu udah sore, sekitar pukul 15.00 waktu setempat, cuma ada kami dan sekelompok turis Korea Selatan di Wat Thmey. Sayang sekali tour guide-nya ngomong pake bahasa Korea dan gw cuma paham oppa, saranghae, kojimal, annyeong dan yeoppo (si Tisha dibilang yeoppo sama ahjumma di sana) jadi gagal menguping deh! Tempatnya kecil gitu dan kurang papan petunjuk jadi gw agak bingung mau masuk kuil tapi takut itu bukan bagian dari Wat Thmey karena rada gak jelas. Akhirnya cuma sebentar mampir di sana dan kami lanjut untuk mengisi perut ke KFC!!!

FINALLY NASI!

KFC di Old Market sepertinya cuma ada satu biji. Letaknya beberapa bangunan dari Nattakan, tempat perhentian bis Thailand-Kamboja. Pas gw sampe, itu KFC rame sama orang lokal maupun turis. Dari orang berbaju lengkap macam gw, sampe yang pake celana pendek doang macam turis Kuta. Enggak ada pantai sih di dekat situ, tapi cuacanya memang bikin orang pengen buka baju. Ternyata KFC menyediakan free wifi sehingga meja-meja tidak hanya diisi oleh ayam goreng, melainkan juga jejeran laptop. Kalau hostel gw dekat KFC tampaknya gw juga bakal nongkrong di sana sekalian internetan.

IMG_4055

Harga makanan KFC di Kamboja sama aja sama di Jakarta, gw beli paket dua ayam+nasi+telur seharga 3 koma sekian dolar.  Yang paling menarik dari jajan fast food di negara lain adalah pernak-pernik yang berbeda dari negara kita, kali ini ada acar (yang menurut gw lebih cocok dimakan sama opor ayam) dan saus khas Kamboja. Percayalah, sambal KFC paling enak itu ada di Indonesia! Di Oman cuma ada saus tomat, di Thailand saus Bangkok, dan di Kamboja saosnya…hm.. rasa tomat agak manis gitu. Sebenarnya sama si mbak KFC kami dikasih saos sachet, tapi doi pelit banget nambahin cuma sebiji padahal gw udah minta lebih. Mana cukup? Akhirnya nekat deh ngambil cocolan saos yang banyaak (walo rasanya gak nampol) lalu ditata dengan rapi dalam kotak ayam agar tidak tumpah. Maklum, makan ayam tanpa saos bagaikan pakai kerudung tanpa ciput atau bandana. Bisa sih, tapi sangat tidak disarankan.

Ada salah seorang teman yang komentar, jauh-jauh ke Kamboja kok makannya KFC doang?

1. Yang lain harga mahal tapi porsi lebih kecil (baca: hemat). Mie tek tek kecil dengan sejumput sayuran harus bayar dua dolar? Hieeeeee~

2. Cari makanan halal agak butuh usaha lebih jadi fastfood udah paling aman. Banyak sih tenda-tenda makanan kaki lima, tapi sepertinya banyak menu babi dan ga ada menu bahasa Inggris pula. Kami super duper kelaparan jadi langsung aja deh makan yang sudah pasti.

Iklan

3 pemikiran pada “Killing Fields Wat Thmey dan Acar KFC

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s