Angkor Wat, akhirnya!

angkorwatIMG_3976

Akhirnya tiba di (postingan) Angkor Wat! Dududu! Kami tiba tepat saat matahari sedang terik-teriknya. Topi mana topi? Payung mana payung? Aer mana aer?? Rasanya pengen ganti baju pake daster atau gamis yang bahannya adem biar enak muter-muterin Angkor Wat ditemani semilir angin.

Di depan Angkor Wat, ada banyak guide yang siap memberi penjelasan dengan bayaran entah berapa. Lagi-lagi karena keterbatasan dana, kami hanya melambaikan tangan tanda tak ma(mp)u.

IMG_3962IMG_3968IMG_3969IMG_3971Relief di candi Angkor Wat punya karakteristik yang berbeda dibandingkan di candi macam Borobudur atau Prambanan. Pahatan di Borobudur itu menjorok ke dalam, jadi lebih “tebal” dan kelihatan bentuk tiga dimensinya. Sementara itu, di Angkor Wat relief-nya terpahat lebih tipis. Kalau beruntung, bisa nguping penjelasan guide yang membawa rombongan turis. Sayangnya kebanyakan turis yang bawa guide berasal dari Jepan atau Korea, jadi gagal paham juga itu relief ceritanya tentang apa aja. Buat kalian yang mau main ke Angkor Wat tapi gak mau sewa jasa guide sebaiknya baca-baca dulu biar bisa lebih meresapi dan memahami bangunan bersejarah tersebut.

IMG_3981

One Dollar Please!

Nah, ini nih modus orang-orang Kamboja yang mirip sama tempat pariwisata Indonesia: peminta-minta. Bedanya di sini lebih sadis soalnya minta pake dolar! Di bagian dalam candi, gw melihat segerombolan bule gitu. Salah satu dari mereka minta temannya untuk motoin dia. Temennya dengan nada bercanda bilang, “one dollar, please!”. Laaaah… Ternyata emang para bule itu yang sering diincar sama para ibu-ibu/abege/anak-anak yang minta duit. Muka-muka Asia macam gw sih relatif lebih aman dari sindrom-one-dollar-please. Tapi pas lagi duduk leha-leha di dalam candi sambil tethering demi update path dan balesin whatsapp tetiba ada anak kecil membawa kotak berisi kartu pos. Dia menjajakan, lebih tepatnya, maksa biar kami beli kartu posnya. Masalahnya adalah… (1) bayarnya pake dolar, (2) kartu posnya gak bagus-bagus amat, (3) udah beli kartu pos di tempat lain.

Tadinya gw udah menolak dengan halus ya, tapi si anak kecil itu pantang menyerah malah dia maksa sambil nunjuk-nunjuk tas gw “I know you have the money in there!”. Idiiiih… Ya udah deh gw cuekin aja. Ngeliat masa depan suram dari tiga turis Asia Tenggara di depannya, si anak pun melipir. Eh gak lama kemudian muncul emaknya, si ibu pun ngomelin si anak gegara dia gagal meraup dolar dari kami. Jadi kasihan sih, tapi gimana dong, kalo harganya seribu rupiah sih gw beli ga pake mikir.

IMG_3986IMG_3990IMG_4003IMG_4005IMG_4007IMG_4008IMG_4009IMG_4014

Ada banyak tangga terjal yang bisa didaki, tapi tiga abege tingkat akhir ini sudah kehabisan energi dan cairan. Dan kami memutuskan untuk menyudahi perjalanan singkat di Angkor Wat karena masih ada tempat yang harus disinggahi plus kelaparan belum makan siang/sore.

Btw, rasanya gw mulai bisa memahami mengapa si mamah atau ibu-ibu lain rempong bener bawaannya kalo mau jalan-jalan sama keluarga. Coba deh yang generasi 90an cek lagi album foto pas keluarga lagi liburan ke Borobudur, TMII, atau Dufan. Pasti ada foto ibu sedang berjalan sambil pake payung/topi/kacamata hitam!

IMG_4043

IMG_4044IMG_4045

IMG_4046

Iklan

3 pemikiran pada “Angkor Wat, akhirnya!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s