Run Devil Run

Semenjak berhasil dalam perjuangan membeli sepatu buy one get one free pas diskon gede-gedean 16-17 Agustus, gw dan Tisha mulai mengeksploitasi barang-barang kami untuk tidak sekadar dipakai berjalan mengejar bis atau kereta atau gebetan.
IMG_1522.JPG

Ehm.
“You got my word. Kalo udah punya sepatu gw mau diajak olahraga. ” demikian kata sang kolega yang mengawali pertemuan kami yang lebih intens pada akhir pekan di TMII.

Pekan pertama diawali senam erobik bersama ibu-ibu plus jalan kaki ngelilingin TMII enam km ditutup dengan salad Pizza Hut yang ditutupi sejumlah besar Thousands Islands. Lemaknya profit nih. Abis bakar kalori, langsung makaaaaan. Hasil? Tangan pegal-pegal akibat senam.

Pekan kedua tanpa erobik. Langsung lari-lari balita sejauh enam km juga (oke, porsi lari jauuuuuh lebih sedikit dari jalan cepat). Ditutup dengan nasi pecel dengan pertimbangan “ga akan ke PH”. Terus karena haus kami pun mampir lagi ke Green Terrace untuk nyari air, tetapi baru PH yang buka jam segitu.

*berpandangan*
“Apa….kita sekalian beli salad lagi?”

IMG_1526-0.JPG

Yak begitulah kisah dua makhluk yang sulit move on kalau memang sudah merasa cocok… sama makanan. Hasil pekan kedua: tidur siang yang nikmat berikut sedikit pegal.

Kisah ketiga baru saja terjadi kemarin. Niatnya sih mau berenang soalnya kami mendapat libur ekstra menjelang OJT. Karena satu dan lain hal, rencana keluar kota diaborsi dulu sehingga kami harus puas leyeh-leyeh di pinggiran ibukota.

Kembali ke berenang, kami udah janjian mau ke tempat renang khusus perempuan terkemuka di bilangan Jatiwaringin. Zaman SMA gw dan ibunda rutin ke sini, dan semenjak itu gw belum pernah datang lagi. Begitu sampai… Celingak celinguk. Kaga ada yang jual tiket masuk, ya udah coba lihat ke dalam. Yang ada malah ibu-ibu yang marahin kita karena ga naro sendal di luar (ga ada papan penunjuk untuk melepas sendal sih). Terus pas make kamar mandi malah dimarahin lagi karena nyalain lampu (woooot?). Pas lagi eksplorasi tempat mencari bilik bilas dia nanya mana tiket.

Gw menjelaskan bahwa di luar ga ada satu pun petunjuk yang menjelaskan dimana kemana bagaimana berapa tiket kolam renang itu yang dibalas dengan ketus kalo beli tiket itu tempatnya di lantai atas. Haduh. Ga usah nyolot juga kali.

Gw dan Tisha cuma bisa berpandang-pandangan.

“Gw kok… Gak mood ya. ”
“Eh gw juga. ”

Kami keluar dari kolam renang dan memutuskan untuk cari tempat asoy sekitaran situ. Nanggung nih dua couchpotato udah keluar rumah, masa langsung balik lagi?

Setelah gugling, muncullah nama Milk Me. Yaaah nasib rumah bukan di Kemang jadinya agak susah cari tempat-tempat ngemil yang kece, apa pun yang ada langsung disambangi. LOL. Kami pun sama-sama mengucap syukur bisa move on dari Sabang atau bubur Sinar Garut.

IMG_1591.JPG
IMG_1583.JPG
IMG_1589.JPG

Tempatnya asik, lumayan adem buat berlindung dari sengatan matahari 32 derajat celcius. Gw pesen susu dingin oatmeal pisang karamel yang bikin kenyang, si Tisha pesen susu coffee caramel yang ga kerasa karamelnya sama sekali. Mengingat harganya murah meriah jadi tempat ini ramai oleh muda-mudi berseragam sekolah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s