Serokan lagi

Terakhir kali gw nonton film India itu jaman Kuch Kuch Hota Hai. My Name is Khan, dan Slumdog Millionaire enggak termasuk kalau menurut orang India dari kantor broadcast Delhi yang ketemu waktu di Bali.

“I watched My Name is Khan!”

“But, that’s not Bollywood.”

“Ok, then. Kuch Kuch Hota Hai! Shahrukh Khan is the only one I know.”

“You should watch his latest movie!”

Begitu kira-kira percakapan sama bapak India yang ngomong bahasa Inggrisnya medok India dan cepet banget. Setelah melihat langsung penampakan Shahrukh Khan dari jarak hmmm 4-5 meter waktu si pria beralis melengkung itu ke Jakarta buat konser, mendadak ingin nonton lagi Kuch Kuch Hota Hai. Lalu donlot.

Demam om Serokan selama berhari-hari deh, maklum gw anaknya harus ketemu dulu baru bisa suka. Tadinya sih biasa aja lihat om Serokan di tipi, tapi aslinya uwooooooooooooooooooooooooo charming amat meski udah 47 tahun. GELA BRO UMUR SEGITU MASIH BISA JEJOGEDAN!

Mengingat hal itu, saat ditawari nonton Chennai Express gw pun langsung bersemangat berhubung udah sering baca berita-berita tentang film terbaru si om. Kayaknya booming banget gitu… Ya udah, nonton sama seorang kawan yang unexpectedly suka film India, padahal dia penyuka Korea juga, gw kira enggak akan sejalan. Sama-sama jago nari dan nyanyi dan berotot kali ya… Nonton dengan lover beda dengan hater. Ya macam kite nonton Suju, para lover akan “KYAAAAAAAAAAAA OPPPAAA MARRY MEEEE…” dan hater akan bilang “banci.”. Nah, ini si temen gw beneran ngakak sejadi-jadinya di tiap adegan komedi yang sebagian memang lucu IMO. Sisanya bikin gw senyum aja deh.

Spoiler

Ada jokes yang bikin ROFL, berkaitan dengan parodi film-film yang menampilkan tokoh India. Misalnya, Rahul (yes, namanya Serokan di film ini Rahul lagi. Kenapa sih? Nama cowok emangnya cuma itu-itu melulu?) yang tetiba tersadar ada di atas kapal yang mengapung di tengah lautan. Dengan wajah bingung dia berkata, “Life of Pi?” Di bagian itu gw udah mukul-mukulin badan temen sebelah sambil ketawa dengan mulut selebar buaya menguap.

Lain waktu, Rahul lagi meyakinkan polisi bahwa dia orang India, bukan orang Sri Lanka. Tiba-tiba matanya enggak fokus dan dia bilang, “My name is Rahul and I’m not a terrorist”. OMAIGATTTTTTTTTTTTTTTT. Di film My Name is Khan kalimat itu bikin gw nangis bombay, di Chennai Express gw kembali menggebuk temen gw.

Secara keseluruhan, menurut gw sih ini setipe sama film Bollywood lain. Tidak ada yang berbeda dan istimewa dari segi cerita dan babak-babaknya. Yah, gitu deh, love-hate…jadi suka beneran…terus ada rintangan… Apakah rintangan itu bisa dilewati? Ya bisa dong, pahlawan selalu menang dan berakhir dengan manis.

Yang berbeda mungkin porsi komedi di bagian awal yang memang kekinian, ada juga sih komedi yang gayanya srimulat gitu. Terus sama pemandangan indah yang mereka tawarkan.

Sebenarnya Indonesia punya banyak banget modal buat pamer pemandangan menakjubkan, tinggal gimana cara kamera menyajikannya saja sih.

Om Serokan enggak seperti 47 tahun. Yah, seperti 40 tahun saja. Masih fit, alisnya masih melengkung (dan enggak dicukur, tidak seperti Sho), charming, jago menari, jago berakting romantis, dan berakting konyol. Enggak kebayang rasanya jadi si pemain cewek (nama yang gw ingat hanya Kajol dan Rani Mukherjee *penonton jadul*) berakting romansa dengan Om ganteng yang umurnya terpaut 20 tahun.

Jadi, kalau punya waktu luang yang panjang (durasi lama) dan ingin berjoget serta rindu pada penampakan Shahrukh Khan, silakan nonton Chennai Express.

Sebelum masuk bioskop gw sih tidak punya ekspektasi tinggi, hanya ingin melihat si om, dan buat gw sendiri film ini cukup menghibur. Yang pasti, sampai sekarang masih terngiang secuplik lagu yang selalu disetel pada adegan penting. “Chennai~ai~ai chennai~ai~ai chennai express.”

Gara-gara demam India temporer, kini gw untuk pertama kalinya menonton Kabhi Khushi Kabhi Gham. Dibandingkan dengan Chennai Express, banyak banget perubahan besar dalam mengekspresikan dramatisnya suasana. Di KKKG, tiap ada adegan dramatis, adegan akan ditampakkan dari beberapa angle yang diulang, dengan suara petir menggelegar. Misalnya, Rahul terkejut.

1. Shoot dari depan (JEGER!)

2. Shoot dari kanan (JEGER!)

3. Shoot dari kiri (JEGER!)

4. Shoot dari bawah (JEGER!)

5. Shoot dari atas (JEGER!)

Kalau tidak salah ingat, di Chennai Express tidak ada penggunaan suara petir menggelegar yang berlebihan. Mungkin simbal ada sih, tapi enggak seganggu sinetron Indonesia. Ehm. Nah, setelah mengamati lebih teliti, aktor dan aktris serta penari latar film Bollywood luar biasa ya staminanya. Gw rasa harusnya trainee Johnny’s junior harus diuji menjadi penari latar Bollywood karena skill yang dibutuhkan sama, atau justru lebih sulit. Okelah, gw mau lanjutin KKKG. Udah dua hari nonton belum selesai nih 😀

 

Mungkin kalau bertemu aktor dan aktris Prancis, akan kembali jatuh cinta pada film Eropa :p

Apalagi kalau ketemu aktor Jepang. Ah…semoga saat film Killers ditayangkan, om Kazuki Kitamura datang ke Jakarta!

Iklan

Satu pemikiran pada “Serokan lagi

  1. muhahaha iya ih film indihe suka lebay. jegar jeger jegar jeger… kilat menyambar…. gorden melayang diterpa angin (padahal tadinya mah ga ada angin sama sekali).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s