Konser Di Atas Rata-Rata yang DARR!

DARR apa artinya? Di Atas Rata-Rata atau tiruan suara ledakan? Buat gw sih keduanya benar karena konser tersebut sayang banget kalau dilewatkan.

Sila ya kalau mau baca versi formal dan mikir 😀 *ayodiklikbiarhits*

Jadwal konser DARR ini bentrok sama kedatangan hari pertama konser G Dragon ke Jakarta. Berhubung gw belum tahu banyak tentang GD/Big Bang/YG Ent alias bukan penggemar berat, jadi hati ini lebih condong nonton DARR. Soalnya, gw udah liat sejak mereka rilis album, ngeliat masing-masing anak ini nyanyi dengan bagusnya, berasa balik ke zaman SD saat Sherina muncul di TV dan menggemparkan dunia anak-anak dengan suaranya yang angelic plus iringan orkestra. Belasan tahun kemudian tentu saja hal yang dulu Sherina lakukan dengan mudah dapat diikuti anak zaman sekarang, orang-orang semakin makmur untuk nyekolahin anaknya ke sekolah musik, iringan orkestra buat anak kayanya nggak seaneh dulu, dsb.

Masih miris saat inget kelas 5-6 SD, baca artikel Bobo tentang sekolah Elfa Secioria, terus kenalan sama temen baru yang les di situ dan suaranya bagus. Dengan menggebu-gebu gw ajukan proposal les pada ibunda, sayangnya saat itu keuangan rumah tangga tersedot kebutuhan menyekolahkan kakak di fakultas yang emang modalnya gede bener *tunjuk fakultas Riju*.  Yah, walaupun sekolah musik nggak kesampean, setidaknya masih ada kamar mandi sebagai tempat latihan dan panggung band SMP yang pernah jadi kenangan indah. Muhahahaha. Tapi karena nggak pernah latihan lagi jadi suaranya pas-pasan aja deh sekarang, yang penting nggak fals. Toh, lomba karaoke jejepangan pun sudah gw dan Riju taklukkan, nyehehehe.

Balik lagi ke konser DARR, saat preskon om Erwin menjanjikan hal-hal seru yang akan disajikan dalam konser tersebut. Namanya juga konser, nggak cuma sekedar nyanyi, tapi akan banyak kejutan yang menghibur. Begitu melihat jajaran bintang tamunya… Sandhy Sondoro dan Dira Sugandi, makin penasaran!

Dan…. sampailah gw untuk pertama kali di Balai Sarbini (nggak pernah nonton Indonesian Idol sih) di sebelah tim orkestra. Woooow… norak gitu deh gw liat langsung orkestra memainkan lagu satu mengiringi suara-suara 13 anak yang nggak ada fals-falsnya. Uwaaaa…. rasanya idol Korea dan Jepang pas nyanyi live masih suka goyang gitu suaranya, ini mereka stabil banget!

Gw sih puas banget dengan konsernya, lagu anak daerah, lagu anak populer (Balonku, contohnya), lagu anak 90an (diobok-obok dan Jangan Marah dari Trio Kwek Kwek, salah satu lagu yang gw puja dahulu kala), lagu SM*SH dan Ceribel yang diaransemen ulang sama Erwin Gutawa jadi lebih terdengar elegan, lagu Sheila on 7 yang bertema Sahabat.

Belum lagi anak-anak yang nyanyi sambil main piano, atau bahkan mendalang! Temans, kalau punya anak lebih baik ajarkan kesenian tradisional karena itu akan sangaaaat berguna bagi masa depan mereka. Ya, minimal punya modal kalau mau ikut pertukaran pelajar ke luar negeri. Waktu umur 7-8 tahun gw pernah ikutan les nari Jawa dari sekolah. Lesnya 1-2 minggu sekali di Istana Anak-Anak TMII (dulu rasanya memang seperti istana) tapi setahun berlalu dan gw tidak diikutkan pentas. Berhenti deh karena tiada sinar harapan, muhehehe. Eh, dulu sibuk ngaji ding. *kibas seragam TPA*

Sepertinya konser akan lebih seru kalau dibawakan sama si penyanyi asli, walaupun Titiek Puspa hadir lewat teknologi video mapping saat menyanyikan “Apanya Dong”, tiada Trio Kwek Kwek ataupun Joshua yang nongol jadi secret guest star. Tapi, diobok-obok dinyanyiin Sandhy Sondoro memang tiada duanya! Atau lagu SM*SH yang dibawakan Dira Sugandi. Uwew!

Kalau gw suka sama Boy Sopranos, terutama suara Moses yang paling tinggi. Kalau temen gw sih bilang dia udah biasa denger tipikal lagu yang kaya gitu di gereja, berhubung gw nggak pernah ke gereja jadi kan jarang-jarang denger trio yang nyanyinya sopran gitu.

AOREA yang bagaikan Dream Girls, Noni yang suaranya catchy, Kanya yang menurut gw mukanya mirip Melody Jeketi dengan versi vokal jazzy yang ciamik, Ari yang suaranya pure angelic, dan Rafi yang… ah, gw cuma bisa geleng-geleng kepala saking takjub dengerin improvisasi scating, plus jago main piano, plus jago nyanyi jazz. Usia emang bukan parameter, kakaaaa…

Begitchu… Om Erwin dan Gita, saya tunggu DARR generasi selanjutnya ya!

Iklan

2 pemikiran pada “Konser Di Atas Rata-Rata yang DARR!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s