Himitsu no Akko-chan

2yxnho4

Tekumakumayakon, tekumakumayakon, berubah menjadi pramugariiiii!

*lalu ditampar pakai koran*

Akko adalah seorang bocah SD berumur 10 tahun yang punya banyak cita-cita, ingin jadi pramugari, mbak kantoran, pemain figure skate, dsb. Dia juga nggak sabar tumbuh dewasa, makanya Akko tertarik dengan make up yang membuatnya seperti orang dewasa. Cermin adalah benda kesayangannya (ini anak sering ngaca). Suatu hari, cerminnya pecah. Akko pun berduka cita, sampai dikubur di halaman rumahnya. Lalu, dewa cermin (kali yee) datang dan memberikan hadiah berupa cermin ajaib yang bisa mengubah Akko jadi apapun yang dia mau dengan jampi-jampi “Tekumakumayakon (2x) berubah jadi ….”

Akko mencoba jadi perempuan dewasa, hal yang rupanya seru banget buat dia. Sampai dia nyobain sampel make up sebuah brand ternama. Jiwa Akko yang sebenarnya merupakan anak SD membuatnya melontarkan komentar-komentar (kritik) soal make up yang emang gayanya elegan tapi rada kuno gitu. Komentar tersebut didengar oleh seorang pegawai, om GANTENG berusia 27 tahun yang diperankan oleh Okada Masaki *lap iler*.

Akko yang mengaku sebagai anak kuliah pun direkrut untuk magang dan memberikan opininya karena si Okada Masaki (lupa nama karakternya) memang ingin membuat sebuah inovasi. Namun, ada kongkalikong antara para petinggi perusahaan make up itu dan ide segar dari Okada Masokis (istilah Yuni karena si Okada bikin cewe-cewe pengen menyiksa diri saking gemes pengen ketemu langsung dan berbuat yang iya-iya) ditolak.

Di sisi lain, tingkah Akko yang nyentrik dan kekanakan (ya iyalah dia masih SD) cukup membantu pekerjaan si mas ganteng. Bibit-bibit cinta bersemi, om ganteng mulai naksir sama Akko. Si bocah SD itu juga tertarik tapi dia terlalu muda jadinya reaksinya kocak. Anyhooo… cermin itu akan kehilangan mejiknya kalau Akko ngasihtau orang lain tentang rahasianya.

SPOILER ALERT

In the end, demi menyelamatkan banyak orang dari insiden, Akko pun membeberkan rahasianya sehingga dia nggak bisa lagi make cermin ajaib. Dia pun memilih hidup normal dan akhirnya bertemu lagi dengan om Okada Masokis yang sudah menua… Kesannya sih cinta yang tertunda itu akan berlanjut lagi. Happy Ending selayaknya film adaptasi deh.

 

***

Setelah batin fangirling mulai kehausan akibat fansub yang tidak produktif (mungkin para subber terjerat kesibukan dunia nyata), menatap Okada Masaki di film ini bagaikan meneguk es kelapa + sirop jeruk setelah seminggu berpuasa.

Nonton, lihat scene dimana kegantengannya diekspos, pause, guling-guling gigit bantal, play, kalo perlu diulang lagi, dan seterusnya (kalau tingkat fangirlingnya sudah akut). Berhubung ijk nontonnya tengah malam, efeknya insomnia aja. Muka Okada Masaki terngiang-ngiang. Pokoknya disini pol banget gantengnya. Tanpa cukur alis, tanpa model rambut berlebihan, tanpa kostum aneh, dia tampak menawan. Apalagi pas adegan lembur. Alamakkkk mana ada orang sesegar itu abis lembuuuuuurrrrrrrr.

Okeh. Tapi satu hal yang agak mengganjal adalah masalah pedo-pedo. Waktu pertama kali ketemu Akko dalam sosok SD, Akko nanya “Apakah om orang dewasa?”. Disitu diketahui bahwa umur karakter Okada 27 tahun. Bedanya 17 tahun sama Akko. Kalau gw ngebayangin bagaimana perasaan Akko yang isinya 10 tahun menghadapi om Okada yang umurnya 27 tahun… Wow. Pedoooo benjeeet. Apalagi in the end kayaknya keduanya masih menunggu satu sama lain.

Akko…. emang di sekolah atau kampus nggak nemu tambatan hati gituh?

Eh tapi abis melihat sosok Okada belasan tahun kemudian yang nggak terlalu berubah, gw juga mauuuu sama Okada versi tuwir! ROFL. Eh tapi lagi, nggak mungkin bisa ketemu Okada versi tuwir karena dia seumur dengankuuu! Okadaaaa sana jadi mualaf!

Ngomongin pedo-pedo, Sailor Moon juga menyuguhkan percintaan antara anak SMP (Usagi Tsukino) dan anak kuliah (Mamoru Chiba) kan ya??  Tapi dulu seorang teman di SMA pernah bilang, waktu SMP dia pacaran sama cowok yang udah kuliah. Euuuh.. Mungkin teman gw itu pola pikirnya dewasa ya, tapi sungguh deh kalau dulu jaman kakak gw kuliah terus dia bawa pacar anak SMP, mungkin seisi rumah akan gempar 😀

Bukannya gw nggak suka sama pasangan yang gap umurnya gede banget sih. Belum terbayang dan dijalani sendiri sih. Nyehehehe. Mentok-mentok sama kakanda Sholaiman kelahiran 82 itu loooh.

Tiba-tiba pengen nonton ulang live action Sailor Moon yang sangat menghibur itu. Kalau dibikin versi film berkualitas, siapakah yang cocok menghidupkan karakter Mamoru Chiba? Jangan yang kerempeng dan alisnya dicukur, tentunya. Mungkin Okada Masaki juga cocok ya menyembunyikan kegantengan dalam Topeng Tuksedo!!!

 

Iklan

6 pemikiran pada “Himitsu no Akko-chan

  1. Ini movie yah.. Boleh dicoba sembari menunggu lanjutan Kazoku Game dan Last Cinderella (Haruma-nya whoa)… ^^
    Btw soal age-gap couple, ternyata banyak pasangan favorit saya di komik yang age-gapnya lumayan:
    – Candy – Albert di Candy-Candy (11 tahun)
    – Maya Kitajima – Masumi Hayami di Topeng Kaca (11 tahun juga..?)
    – Pasangan di komik Love so Life (10 tahunan)
    – Hajimari no Niina (15 tahun), yang ini tampak romantis dan heartwarming tapi ya agak pedopedo juga jadinya…

    Me sama Nino cuma 5 tahun saja bedanya, ideal lah itu… *mimpi*

    • Oiya bener, komik lain juga banyak banget. Di sini lebih jauh sih, 17 tahun, hhuhuhu. Waktu kecil kalo baca komik Candy-Candy suka nggak ngerti…kok Candy sama om-om akrab banget. Cinta platonis apahh? LOL

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s